Mahasiswa Vokasi UB Protes Sistem Pemerataan Nilai
Sistem itu jelas merugikan mereka yang benar-benar serius mengikuti perkuliahan.
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Satwika Rumeksa
Dijelaskan beberapa mahasiswa angkatan 2010 jurusan Perancangan Peraturan dan Kontrak Bisnis program Vokasi UB, sistem pemerataan nilai itu berlaku apabila dosen mata kuliah tidak mengumpulkan nilai ke bagian akademik sesuai batas waktu yang ditentukan.
"Kalau sudah begitu, maka nilai satu kelas akan dipukul rata B. Semua mahasiswa akan dapat nilai sama tanpa ada pertimbangan apa pun," kata salah satu mahasiswa yang meminta namanya disembunyikan di depan Rektorat UB, Senin (21/1/2013).
Sistem itu jelas merugikan mereka yang benar-benar serius mengikuti perkuliahan. "Kami ingin ada kebijakan lain supaya adil, jadi yang rajin memperoleh nilai baik, sebaliknya yang tidak rajin," jelas mereka.
Menginjak semester 6 ini, sudah empat mata kuliah yang terkena sistem itu yaitu Pengantar Ilmu Hukum, Pengadaan Barang dan Jasa, Perancangan Peraturan Daerah, dan Perjanjian Kerja Sama Daerah. "Itu bukan di jurusan kami saja tetapi hampir di semua fakultas," tegas mereka.
Beberapa kali mereka menanyakan sistem ini ke bagian akademik. Namun, tidak pernah memperoleh jawaban yang memuaskan. "Katanya itu sudah peraturan. Lantas kami berinisiatif menanyakan ini ke Rektor sendiri," tukasnya.
Sayangnya, Rektor dan seluruh Rektor tidak berada di tempat karena menjalani tugas ke luar kota.
Sementara itu, Prof.Dr.Ir.Chanif Mahdi, Ms Sekretaris Program Vokasi UB menjelaskan, sistem itu merupakan kebijakan lama dari rektorat. Tidak hanya untuk program vokasi UB, tetapi untuk semua mahasiswa. "Itu sudah keputusan Rektorat, kami hanya menerapkan saja," jelas Chanif.
Pihaknya juga tidak bisa mencabut keputusan begitu saja tanpa izin Rektor. "Kebijakan ademik di tangan Pembantu Rektor 1," ujarnya.
Mengenai dosen yang telat menyerahkan nilai sebenarnya sudah diberi kelonggaran waktu sehari dari batas yang ditentukan. Namun memang masih ada beberapa Dosen yang masih tidak mengindahkan aturan itu. "Konsekuensinya ya seperti itu," tukasnya