Pertemuan Soal RSBI Masih Mentah
Kami minta agar tetap ada tarikan, karena tidak bisa meningkatkan kualitas tanpa adanya dana,
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Adi Agus Santoso
Tri Suharno, perwakilan SMA eks RSBI Kota Malang mengatakan pertemuan tersebut hanya ajang penyampaikan pendapat dari sekolah eks RSBI se-Jatim. "Nanti semua pendapat itu baru akan dibahas bersama DPR dan Dewan Pendidikan Provinsi," kata Tri yang juga Kepala SMAN 4 itu.
Tri juga menuturkan, sempat ada perdebatan terkait nama sekolah usai RSBI dihapus. "Ada yang ingin diganti sekolah unggulan, sekolah berprestasi. Tapi kalau saya lebih setuju menggunakan nama asli saja, SMAN 4, SMAN 1 tanpa embel-embel lagi," tambahnya.
Sementara, untuk Kasek SD-SMP eks RSBI mengusulkan agar diizinkan tetap menarik biaya pendidikan kepada orangtua siswa. "Peningkatan mutu itu tetap jadi perioritas, tetapi juga butuh pendanaan," ujar Sukarji, Kasek SDN Tunjungsekar 1 yang mewakili SD eks RSBI Kota Malang.
Secara pribadi, Sukarji mengusulkan agar Harun mengizinkan SD-SMP menarik biaya pendidikan. Hanya nilainya tidak sebesar ketika menyandang status RSBI. "Kami minta agar tetap ada tarikan, karena tidak bisa meningkatkan kualitas tanpa adanya dana," jelas Sukarji.