'Filastine` Kenalkan Musik Eksplorasi
Musik yang dikombinasikan dengan vokal itu bertujuan untuk menyampaikan pesan atas segala sesuatu yang terjadi di dunia
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Satwika Rumeksa
Dalam diskusi dan sharing musik di Museum Musik Indonesia, Rabu (16/1/2013) sore, personil 'Filastine' Grey Filastine dan Nova Filastine menjelaskan keunikan musik eksplorasi.
Dijelaskan Nova, 'Filastine' merupakan grup musik yang berdiri sejak 1998 di Barcelona.
'Filastine' mengeksplorasi segala macam bunyi untuk disulap menjadi musik indah nan unik."Segala macam bunyi kami gunakan mulai bunyi pabrik, suara kendaraan, suara angin dan apapun itu," ujar Nova Ruth, anak musisi Malang Totok Tewel.
'Filastine' sebenarnya lebih fokus pada kritik sosial. Musik yang dikombinasikan dengan vokal itu bertujuan untuk menyampaikan pesan atas segala sesuatu yang terjadi di dunia. "Pernah kami merekam bunyi-bunyi aktivitas perusahaan-perusahaan yang merusak lingkungan. Itu sebenarnya kritik kami terhadap kebijakan pemerintah," jelas Nova.
Pernah juga 'Filastine' merekam pidato mantan Presiden Amerika George Bush yang disulap menjadi sebuah musik. "Apapun bunyi bisa kami gunakan, tidak ada batasan," tambah wanita berkulit gelap ini.
Tidak hanya bunyi-bunyian di sekitar lingkungan, 'Filastine' juga menggunakan bunyi musik tradisional seperti gamelan untuk dikombinasikan dengan bunyi lainnya.
Meski musiknya tergolong unik, Nova tidak berkeinginan menjadikan produk budaya Malang sebagai salah satu objeknya. "Kalau membuatkan lagu untuk AREMA, sepertinya tidak. Saya kurang suka bola dan musik ini lebih untuk tradisi," tukasnya.
Sementara Grey menambahkan, arti 'Filastine' sendiri adalah orang-orang tidak berpendidikan yang diambil dari Bahasa Inggris kuno. Personil 'Filastine' kerap ganti, sehingga tidak personil tetap. "Personilnya fleksibel. Saat ini saya dan Nova," tambah Grey.
Grey begitu bangga dengan musiknya yang unik ini. Apa yang ia resahkan bisa tersampaikan melalui musik karyanya.