Dindik Berencana Tambah BOSDA SD-SMP Eks RSBI
Apabila tidak ada solusi dari pemerintah, maka pihaknya berencana menambah nilai BOSDA untuk SD dan SMP Ex RSBI.
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Satwika Rumeksa
Masalahnya, instruksi M.Nuh itu dikhawatirkan dapat berdampak pada kualitas pendidikan di sekolah ex RSBI. Terlebih, nilai BOSDA cenderung kecil sehingga tidak mencukupi seluruh kebutuhan operasional sekolah.
Djupri, Sekretaris Dindik mengatakan, apabila tidak ada solusi dari pemerintah, maka pihaknya berencana menambah nilai BOSDA untuk SD dan SMP Ex RSBI. Rencana itu akan dibicarakan dengan DPRD Kota Malang setelah pertemuan dengan Kepala Dindik Provinsi Jatim Harun. "Nanti akan kami bicarakan dengan DPRD, harus menambah nilai BOSDA, atau ada solusi lain," ujar Djupri, Rabu (16/1/2013).
Namun besaran nilainya masih akan dihitung ulang untuk memenuhi jumlah ideal. "Kami akan mengusulkan itu," ujarnya.
Selain menambah nilai BOSDA, opsi lain yang akan ditempuh Dindik yaitu membuat program-program untuk merangsang kualitas siswa, di antaranya lomba akademik maupun nonakademik. "Dari prestasi itu maka bisa menjadi penilaian sekolah mana yang unggul. Tetapi lagi-lagi kami butuh dana," pungkas Djupri yang beru beberapa minggu menjabat.
Saat ini, jumlah penerima BOSDA SD 77.647 siswa dengan nilai Rp 16.750 per bulan per siswa. Sedangkan SMP sebanyak 35.450 siswa dengan penerimaan Rp 21.500 per bulan per siswa.