RSBI Dicabut, Kasek Tetap Jalankan Program Internasional
Beberapa Kasek mengaku, meski sekolahnya tidak lagi berstatus RSBI, pihaknya tetap akan menjalankan program-program RSBI.
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Heru Pramono
Beberapa Kasek mengaku, meski sekolahnya tidak lagi berstatus RSBI, pihaknya tetap akan menjalankan program-program RSBI.
Tri Suharno, Kepala SMAN 4 Kota Malang mengatakan tidak khawatir atas hilangnya status RSBI di sekolahnya. Kendati demikian, keputusan MK tersebut tetap ia sayangkan. Sebab selama ini pihaknya telah bersusah payah meningkatkan kualitas guru dan sarana prasarana sekolah agar sesuai dengan status RSBI. "Memang kami sayangkan, tapi bagaimana lagi. Sudah diputuskan, jadi kami akan menaati keputusan hukum," kata Tri, Selasa (8/1/2013).
Tri berjanji, tanpa status RSBI Ia tetap akan menjalankan program-program dan kurikulum yang mengacu pada RSBI. Selama ini, program unggulan SMAN 4 yaitu sistem pembelajaran yang menggunakan bilingual. Juga kurikulum yang mengacu pada kurikulum pendidikan di Cambridge, Inggris. "Kami tetap akan meningkatkan mutu pendidikan," ujarnya.
Dampak dicabutnya status RSBI juga akan berpengaruh pada biaya pendidikan yang semakin murah atau sesuai dengan sekolah non RSBI . Untuk itu, Tri sudah mengantisipasinya dengan mencari sumber lain selain iuran dari orangtua siswa. "Ini yang akan kami bicarakan. Kami juga menunggu pemerintah memberikan jalan alternatif," tegas Tri.
Ninik Kristiani, Kepala SMAN 8 menambahkan, ada tidaknya status RSBI tidak akan berpengaruh terhadap kualitas pendidikan di sekolahnya. "Tidak masalah dicabut. Itu hanya status. Tidak ada status RSBI, kami akan tetap meningkatkan kualitas," ucap Ninik.
Sementara itu, Djupri, Sekretaris Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Malang menanggapi datar atas putusan MK itu. "Status RSBI kan berdasarkan surat dari pusat, sehingga kami juga menunggu instruksi selanjutnya," kata Djupri.
Selain menunggu instruksi dari pusat, pihaknya juga akan melakukan rapat koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menentukan langkah selanjutnya. "Kami belum tahu langkah apa nantinya, akan kami rapatkan terlebih dahulu," tukasnya.
Untuk diketahui, sekolah RSBI di Kota Malang adalah SDN Tlogowaru, SDN Kauman 1,, SDN Tunjungsekar 1, SMPN 1, SMPN 3, dan SMPN 5. Sedangkan untuk SMA adalah SMAN 1, SMAN 3, SMAN 4, SMAN 5, dan SMAN 8. Untuk biaya pendidikan, sekolah RSBI mematok uang gedung Rp 5-7 juta dan SPP Rp 250.000 per bulan. Sementara untuk sekolah reguler, besaran uang gedung berkisar Rp 1-3 juta dengan besaran SPP variatif antara Rp 70.000 hingga 80.000 per bulan.