Prestasi dan Akreditasi Sekolah Pertimbangan PTN
Prestasi non akademik itu akan membantu siswa, apabila nilai rapor dan NUN-nya rendah. Jadi bisa lebih adil,"
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Adi Agus Santoso
Keputusan itu mencuat dalam rapat koordinasi persiapan SNMPTN yang dihadiri Rektor dan wakil rektor seluruh PTN Jatim di aula rektorat UIN-Maliki Malang, Selasa (8/1/2012).
Rektor Universitas Brawijaya, Prof.Dr.Ir.Yogi Sugito mengatakan, pertemuan itu untuk menyosialisasikan sistem SNMPTN dan tidak ada hal baru yang dibahas. "Semua tata cara pendaftaran dan seleksi sama, hanya kami melakukan pertemuan ini agar lebih paham," kata Yogi.
Ketua Paguyuban Rektor dan Wakil Rektor PTN Jatim, Prof.Fasichul Lisan menjelaskan, dalam melakukan seleksi mahasiswa baru, PTN harus menggunakan banyak indikator selain nilai rapor dan NUN. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi nilai yang sama. "Silakan menggunakan indikator lain sebanyak-banyaknya, terutama prestasi siswa dan akreditasi sekolah," ujar rektor Unair itu.
Rektor Universitas Negeri Malang (UM) Prof.Dr.H.Suparno menilai, penggunaan indikator lain lebih adil dalam proses seleksi. Sebab, siswa yang memiliki prestasi non akademik memiliki peluang lebih besar lulus seleksi. "Prestasi non akademik itu akan membantu siswa, apabila nilai rapor dan NUN-nya rendah. Jadi bisa lebih adil," ujarnya.
SNMPTN 2013 ini juga menyepakati, 50 persen penjaringan mahasiswa baru dari SNMPTN atau jalur undangan, 30 persen Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN) atau test tulis, dan 20 persen jalur mandiri.