Mahmoud Sarankan Indonesia Perkuat Diplomasi
Dalam berdiplomasi, ujarnya, sebaiknya Indonesia menjalin kerjasama dengan negara-negara yang berada dalam satu kuadaran
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Satwika Rumeksa
Hal itu, ia sampaikan dalam diskusi tentang 'strategi diplomasi indonesia dalam ASEAN security community' bersama para dosen Hubungan Internasional Universitas Brawijaya (UB) di ruang Mango UB Hotel, Senin (7/1/2013).
Dalam pemaparannya Mahmoud mengatakan bahwa posisi Indonesia di mata ASEAN tidak begitu kuat sehingga harus bisa membuat peta strategi diplomasi. "Peta strategi diplomasi bisa dibuat dalam konsep Game Theory yang menggunakan kuadran seperti kerjasama, betray (pengkhianatan), atau diam ," kata Mahmoud.
Dalam berdiplomasi, ujarnya, sebaiknya Indonesia menjalin kerjasama dengan negara-negara yang berada dalam satu kuadaran. Ia mencontohkan Indonesia dan Singapura yang berada pada satu kuadran sehingga berpeluang untuk menjalin kerjasama yang saling menguntungkan.
"Menjalin hubungan diplomatik kerjasama yang menguntungkan adalah dengan negara yang cuek atau punya keinginan untuk bekerjasama," ucapnya.
Ditambahkan oleh Mahmoud bahwa keberhasilan strategi diplomasi juga dipengaruhi oleh faktor internal, seperti karakter masyarakatnya yang lebih bersifat feminity atau maskulinity. "Negara yang maskulin umumnya mempunyai masyarakat yang pekerjaannya lebih spesifik sebaliknya yang feminity sifatnya lebih multi task dan random,"katanya.
Karakter masyarakat Indonesia yang feminity itu mengharuskan Indonesia menjadil kerja sama dengan negara yang masyarakatnya feminity pula. "Jangan menjalin kerja sama dengan negara yang sifatnya maskulin, seperti Jepang, umumnya akan sulit," sarannya.