Gus Dur Itu Puisi Berbentuk Manusia
Gus Dur adalah guru bagi orang yang mencari guru, pelindung bagi orang yang mencari perlindungan
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Rudy Hartono
Seperti KH Zawawi Imron, sastrawan internasional itu mengungkapkan kekagumannya terhadap sosok Gus Dur yang dijuluki bapak Pluralisme itu. Ia menyebut Gus Dur dengan sebutan puisi berbentuk manusia. Tingkah laku Gus Dur yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari ibarat puisi indah yang dapat menenangkan siapa saja yang mendengar.
"Gus Dur adalah guru bagi orang yang mencari guru, pelindung bagi orang yang mencari perlindungan," kata Zawawi dalam Serasehan Sehari Bersama Gus Dur yang diadakan PMII Komisariat Unisma di aula Usman Mansyur, Kamis (3/1/2012).
Bagi Zawawi, Gus Dur merupakan seseorang yang memiliki semangat belajar tinggi. Ia adalah salah satu tokoh yang tidak terpisahkan dari kitab. "Karena itu, pencinta Gus Dur harus menirunya, yaitu rajin belajar. Jangan katakan mencintai Gus Dur apabila anda tidak rajin belajar," tekan Zawawi.
Sifat Gus Dur yang penuh toleran terhadap siapapun juga menjadi ciri khasnya. Karena itu, sangat layak predikat bapak pluralisme disemayatkan pada Gus Dur. "Ilmu yang diajarkan Gus Dur adalah keindahan tanah air ini karena keindahan budi pekerti," jelasnya.
Kegiatan itu juga dihadiri Romo Beny, pastur sekaligus aktivis dan pendiri Satara serta Aan Ashori, koordinator jaringan islam anti diskriminasi.
Ditambahkan Romo Beny, Gus Dur merupakan seorang pemberani dan membela siapapun yang dinilainya benar tanpa memandang agama dan ras tertentu. Jiwa dan raga Gus Dur di mata Romo Beny didedikasikan untuk rakyat. "Gus Dur akan membela hak-hak manusia yang dinilai benar," pungkasnya.