Putri Cinderella Hibur Anak Panti Asuhan
Mereka masih bisa menikmati, karena mayoritas sudah mengenal dan mengetahui cerita dari kisah Putri Cinderella itu, meski berbeda.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Suyanto
Mereka masih bisa menikmati, karena mayoritas sudah mengenal dan mengetahui cerita dari kisah Putri Cinderella itu, meski berbeda.
Kisah Putri Cinderella di atrium TP, menampilkan tiga tokoh. Yaitu Putri Cinderella, peri dan sang pangeran. Ketiganya merupakan pemain atau lagi talent live show Putri Cinderella dari Australia yang berlisensi dari Disney Corp Amerika Serikat (AS) sebagai pemegang pertunjukan Disney di dunia.
Dalam show yang berlangsung selama 25 menit itu, tokoh putri Cinderella muncul sebagai anak tiri dengan pakaian compang-camping tampak sedang berada di dapur. Ditemani oleh tikus-tikus dan burung. Kemudian dia membaca selebaran berisi pengumuman tentang pesta dansa di kerajaan. Cinderella ingin ikut, tapi dia tidak punya baju yang bagus.
Kemudian hadirlah ibu peri, yang selanjutnya mengabulkan keinginan Cinderella dengan memberinya pakaian cantik untuk datang ke pesta. Syaratnya, tidak boleh sampai lebih dari pukul 12 malam. Dan ketika pesta, karena keasyikan menari dengan pangeran, Cinderella hampir lupa. Sehingga dia lari tergesa-gesa hingga sepatunya tertinggal satu.
Sepatu yang hanya tertinggal satu itupun dipakai Pangeran untuk mencari dan menemukan Cinderella. Hasilnya, Cinderella pun berhasil ditemukan dan jadilah mereka sepasangan pengantin.
Tapi sepanjang pertunjukan, ketiga tokoh ini menampilkannya dengan lebih modern dan atraktif. Lagu-lagu yang ditampilkan juga lagu-lagu yang sudah menjadi trend dan dikenal. Salah satunya, "What Dreams Are Made Of" yang dipopulerkan Hillary Duff.
Aksi ibu peri dan Cinderella juga tidak manis-manis sekali. Keduanya juga menampilkan humor dengan sikap Peri yang lebih centil dan gaul. Begitu juga Cinderella yang terlihat beberapa kali tidak langsung paham apa yang dikatakan ibu Peri.
Penampilan ketiganya, juga diperkuat keberadaan enam penari yang berasal dari Disney Indonesia. Selama pertunjukan, anak-anak yang menonton pun menikmatinya dan ikut bernyanyi dan menggerakkan tubuhnya mengikuti apa yang ditampilkan para talent. "Putrinya benar-benar cantik ya," kata Anugerah, salah satu anak penghuni PA Don Bosco.
Brigiv Aditya, Media Relations TP, disela acara, mengungkapkan pertunjukan kemarin memang ditujukan kepada anak-anak PA. "Tapi untuk pengunjung umum, kami juga ada dengan waktu show pukul 18.00 WIB di weekday, dan pukul 15.00 WIB serta pukul 18.00 WIB di weekend," jelas Brigiv.
Pertunjukan itu sendiri gratis. Hanya bagi yang ingin foto dengan baju atau pernik bisa dengan membayar Rp 100.000. Mendapatkan sewa baju, tata rias dan rambut, serta foto jadi.