10 Menit Ciptakan Seribu Puisi untuk Ibu
10 Menit Ciptakan Seribu Puisi untuk Ibu
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Suyanto
Instruksi yang mendadak dan tanpa pemberitahuan sebelumnya menyebabkan siswa menulis seadanya. Ada sekitar 1000 siswa mulai kelas VII-IX yang wajib menulis puisi secara serempak itu.
Deny Najmuddin, siswa kelas VII-4 mengatakan bingung ketika harus menulis puisi tentang ibu. Untuk menuliskan puisi itu, Deny berusaha mengumpulkan seluruh memori bersama sang ibu terlebih dahulu. "Saya ingat bagaimana saya nakal dan bandel. Ibu yang selalu mengaturku, menyuruhku ini itu," kata Deny, Kamis (20/12/2012). Memori itu yang menjadi inspirasi Deny menuliskan bait demi bait puisi.
Deny juga mengungkapkan betapa ia mencintai ibunya, meskipun dia akui nakal dan suka melawan. "Tetapi saya sangat menyayangi ibu, nanti saya akan jadi anak yang membanggakan ibu," janjinya.
Siswa lainnya, Jasmine Arsya kelas IX-4 menuliskan puisi sebagai ungkapan hatinya kepada sang ibu. Inilah potongan bait puisi jasmin 'Ibu betapa besar pengorbananmu. Kau habiskan banyak waktumu hanya untuk mengajariku.
Walau terkadang aku memarahimu karena engkau mengaturku, namun kau tetap dengan sabar membimbingku'
Alya Satira juga menulis 'Ibu bertahun-tahun kau menderita karenaku. Menderita karena kenakalanku, menderita karena keculasanku. Kini sudah 12 tahun aku bersamamu. Dan kini aku sadar pentingnya keberadaanmu'.
Anjas Putra P siswa kelas IX-4 mengungkapkan kasih sayangnya dengan tidak ingin melihat sang ibu terluka. Potongan puisinya 'Kebahagiaanmu selalu kunantikan. Tangismu membuat hatiku merang. Amarahmu tak ingin kulihat. Andai aku bisa hidup selamannya, aku ingin selalu melihat senyummu,'.
Meski dilakukan dadakan, ternyata hasil karya puisi mereka sangat menakjubkan. Zaenal Akhsan, Waka Kesiswaan SMPN 3 terharu dengan hasil karya siswanya. "Saya tidak menyangka, mereka bisa menulis puisi ini," ujar Akhsan.
Kegiatan membuat 1000 puisi dalam 10 menit itu sebagai wujud menyambut hari ibu, pada 22 Desember nanti. "Sebagai bentuk ekspresi anak-anak tentang ibu mereka," ucapnya.
Dalam 10 menit itu, siswa dibebaskan menulis apapun tentang ibu. Tidak harus kasih sayang, bisa kemarahan, kejengkelan, dan lainnya. Puisi-puisi ini akan kami berikan kepada ibu-ibu siswa.
Selain itu, puisi siswa akan dibukukan menjadi satu rangkaian untuk dijadikan dokumentasi sekolah, komite sekolah, juga untuk Dinas Pendidikan Kota Malang. "Inilah hasil karya anak 2012 yang orisinal dan tulus dari hati mereka," pungkas Akhsan.