Siswa Kecewa Sekolah Gunakan Nilai Rapor
Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMAN se-Kota Malang sepakat akan mendaftarkan 50-75 persen siswanya pada jalur undangan.
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Rudy Hartono
Untuk diketahui, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMAN se-Kota Malang sepakat akan mendaftarkan 50-75 persen siswanya pada jalur undangan. Pemilihan siswa menggunakan sistem ranking berdasarkan pertimbangan nilai rapor semester I-V, nilai ujian nasional (UN), dan prestasi non akademik siswa. Rumusnya Nilai Akhir (NA) = rata-rata nilai rapor+ 2. Nilai mata pelajaran ciri khas per program, lalu dibagi 3. Nilai akhir itulah yang akan dimasukkan dalam Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS).
Okky Ardhiansyah, siswa kelas XII IPA II SMAN 4 mengaku tidak siap apabila sekolah melakukan pertimbangan berdasarkan nilai rapor. Alasanya, nilai rapornya selalu naik turun. "Ini kan mendadak sekali. Kalau menggunakan nilai rapor harusnya diberi tahu ketika masih di kelas X, biar ada persiapan," kata Okky, Selasa (18/12/2012).
Karena nilai rapornya kurang bisa diharapkan, Okky pun pesimis bisa masuk jalur undangan. "Harapanya kecil, kalau tidak lulus jalur undangan ya ikut jalur tulis. Kalau jalur mandiri tidak minat, biayanya kan mahal," ujarnya.
Siswa lainnya, Ivan Putera, siswa kelas XII IPA 5 SMAN 3, berujar sama. Menurutnya, sistem SNMPTN tahun ini benar-benar menyulitkannya. Menggunakan nilai rapor dan prestasi non akademik membuatnya pesimis bakal diterima melalui jalur undangan.
Sementara itu, Ketua MKKS SMAN se-Kota Malang Tri Suharno, membantah apabila sistem nilai rapor yang digunakan akan menutup kesempatan siswa masuk PTN. "Justru dengan sistem ini kesempatannya akan lebih besar. Tidak hanya nilai rapor, kami juga gunakan nilai UN, juga mempertimbangkan motivasi siswa," katanya.
Menurut Tri, MKKS sengaja menggunakan sistem itu agar bisa objektif mendaftarkan siswanya pada jalur undangan. "Tidak mungkin kami daftarkan semua siswa, karena kami juga punya tanggungjawab ke PTN itu," tukas Kepala SMAN 4 itu.