Aptisi Jatim Surati Perusahaan yang Menganak-Tirikan Alumni PTS
Prof.Suko Wiyono, Ketua Aptisi Jatim mengatakan, beberapa perusahaan yang dilayangi surat antara lain BNI dan BRI
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Suyanto
Prof.Suko Wiyono, Ketua Aptisi Jatim mengatakan, beberapa perusahaan yang dilayangi surat antara lain BNI dan BRI. Berdasarkan pantaunya, beberapa perusahaan itu cenderung menerima karyawan berdasarkan status universitas. "Dari pantauan kami, kebanyakan yang diterima dari PTN. Itu yang mendasari kami melayangkan surat itu," ujar Suko, Selasa (18/12/2012). Surat itu telah dikirim ke perusahaan beberapa bulan lalu.
Dijelaksan Suko, isi surat Aptisi Jatim bukan teguran atau kemarahan. Namun penjelasan mengenai kondisi PTS dan mahasiswanya. "Kami jelaskan, bahwa kualitas mahasiswa bukan dilihat dari status perguruan tinggi, namun lihatlah berdasarkan akreditasi program studinya," tegas Rektor Universitas Wisnuwhardana itu. Di dalam surat itu, proses akreditasi pun dijelaskan secara rinci.
Di Jatim, banyak PTN yang akreditasinya lebih rendah dibandingkan PTS. Namun, hal itu kurang dipahami perusahaan. "Akhirnya banyak alumni swasta yang minder," tambahnya.
Dengan adanya surat tersebut, Suko berharapkan, mindset perusahaan berubah. Sebab, mendiskriminasikan alumni berdasarkan status perguruan tinggi bisa mencoreng sistem pendidikan di Indonesia. "Banyak siswa pandai yang memilih masuk PTS, bukan karena terpaksa, namun ada hal-hal yang dipertimbangkan," ucapnya.
Siswa di daerah-daerah pedalaman kebanyakan tidak mengetahui sistem SNMPTN, karena itu dia masuk PTS. Alasan lain, biaya di PTN yang terkenal mahal menyebabkan mahasiswa memilih PTS.