Biaya Operasional Pendaftaran Maba Dua Kali Lipat
Ia perkirakan, jumlah pendaftar mahasiswa baru menjadi dua kali lipat
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Satwika Rumeksa
Menurut Imam Safi'I, Kepala Biro Administrasi dan Keuangan Universitas Brawijaya (UB), pendaftaran jalur undangan yang gratis tentu mempengaruhi jumlah pendaftar. Ia perkirakan, jumlah pendaftar mahasiswa baru menjadi dua kali lipat.
Jumlah pendaftar yang dua kali lipat itu tentu berpengaruh terhadap biaya operasional pendaftaran. Bila sebelumnya, perguruan tinggi bisa langsung menggunakan biaya operasional dari uang pendaftaran, tahun depan perguruan tinggi harus menyediakan dana talangan sendiri. "Karena memang biaya pendaftaran undangan gratis, maka kita harus menalangi biaya operasionalnya terlebih dahulu," kata Imam, Minggu (16/12/2012).
Imam belum bisa memastikan, berapa miliar dana yang harus pihaknya sediakan untuk menalangi biaya operasional. Berpegang pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya, biaya operasional sebesar 40 persen dari biaya pendaftaran atau Rp 60.000 per siswa (bila uang pendaftaran Rp 150.000). "Kita tinggal hitung, berapa ribu pendaftar, jadi sebesar itu pula yang harus kami siapkan," ujarnya.
Meski pemerintah telah mengalokasikan dana pendaftaran, namun pihaknya tidak yakin dana itu akan turun pada saat pendaftaran dimulai. "Pemerintah juga butuh data pendaftar berapa, jadi tidak bisa langsung turun, harus menunggu dulu," urainya.
Apabila pendaftar di UB mencapai 90 ribu orang, maka UB harus menyediakan dana talangan sebesar Rp 5,4 miliar. "Itu prediksi kami, kemungkinan sebesar itu yang akan kami siapkan," ucapnya.
Dana itu akan digunakan untuk biaya operasional, di antaranya membayar petugas penjaga dan penyeleksi, biaya ATK, dan lainnya.
Sementara itu, pembantu rektor 1 Universitas Negeri Malang (UM), Prof Hendyat Soetopo menambahkan, pihaknya belum memikirkan dana talangan untuk biaya operasional pendaftaran. "Pemerintah sudah menyediakan biaya pendaftaran, itu yang akan disalurkan dan akan kami gunakan," kata Hendyat.
Apabila dana itu penyaluran itu telat, maka pihaknya akan menyediakan dana talangan. "Ya pasti kami usahakan, hanya belum terinci berapa kebutuhannya," tukasnya.