Rabu, 8 April 2026

Lapan Pilih Morotai untuk Peluncuran Roket

Sekretaris Bappeda Pulau Morotai, Iskandar Latuconsina ketika dihubungi dari Ternate, Sabtu mengatakan, tim Lapan telah melakukan survey

Editor: Suyanto
SURYA Online, TERNATE -  Tim dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) melakukan survei di sejumlah lokasi di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara (Malut), untuk dijadikan tempat peluncuran Roket Pengorbit Satelit (RPS) pada tahun 2013.

Sekretaris Bappeda Pulau Morotai, Iskandar Latuconsina ketika dihubungi dari Ternate, Sabtu mengatakan, tim Lapan telah melakukan survey tempat di wilayah Kabupaten Pulau Morotai untuk melakukan persiapan peluncuran roket.

Menurut dia, tim survei dari Lapan yang dipimpin Prof Dr, Ing Soewarto Hardhienata sedang mengembangkan RPS yang didesain dan dibuat secara mandiri untuk mengorbitkan satelit buatan sendiri.  

Sejak tahun 2008, secara bertahap upaya untuk mewujudkan RPS telah dilakukan, dan Lapan yang telah berhasil diluncurkan yakni RX-320 pada (19/05/2008) dan RX-420 pada (2/7/2009) di stasiun Uji Terbang Pameungpeuk, Jabar.

 Lapan juga melakukan uji statis RX-550 pada tahun 2011 dan 2012. Uji statistik merupakan pengujian di darat untuk mengetahui kinerja dan daya dorong roket saat akan tinggal landas. Diakuinya untuk RX-550 roket sonda terbesar yang pernah dikembangkan oleh LAPAN ini diharapkan nantinya bisa dapat diuji terbang pada tahun 2013.

Ia mengatakan, untuk lokasi uji terbangnya Lapan berkeinginan melakukan kerja sama dengan Pemda Morotai untuk bisa memfasilitasi sebagai tempat peluncuran roket dari LAPAN nantinya.

Selain itu untuk program pengembangan RPS, Lapan juga telah selesai merancang bangun dan menguji satelit Lapan-A2 pada tahun 2012 ini, sehingga ini merupakan kelanjutan dari program pembangunan dan pengembangan satelit Lapan setelah suksesnya misi operasi satelit Lapan tubsat (Lapan-A1).

"Satelit ini siap diluncurkan pada tahun 2013 di stasiun peluncur di luar negeri, saat ini, Indonesia belum mempunyai bandar antariksa dan wahana peluncur satelit, sehingga satelit buatan Indonesia masih diluncurkan dengan menggunakan wahana peluncur dari negara lain.   

Sumber:
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved