Tahun 2013 SD Gunakan Kurikulum Tematik
Guru dituntut menguasai semua problematika kehidupan dan mampu menuntun siswa untuk berfikir analis dan kritis.
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Rudy Hartono
Sekitar 150 guru SD di Kota Malang mengikuti pelatihan pembelajaran efektif menyambut perubahan sistem kurikulum nanti, di aula Universitas Negeri Malang (UM), Jumat (14/12/2012).
Kurikulum tematik adalah sebuah sistem pembelajaran yang tidak berpatokan pada mata pelajaran. Guru dituntut menguasai semua problematika kehidupan dan mampu menuntun siswa untuk berfikir analis dan kritis. "Jadi tidak ada lagi kewajiban guru harus mengajar pelajaran IPS, Bahasa Indonesia, dan pelajaran lainnya," kata Muchtar, pemateri dalam pelatihan itu, Jumat (14/12/2012).
Dikatakan Muchtar, yang menjadi pembeda antara guru kelas 1 hingga 6 adalah tingkat kesulitan materi kehidupan yang disampaikan. "Jadi perlu sistem dan panduan yang tepat untuk itu. Sekarang pemerintah telah menyiapkan itu, maka guru juga mulai kami persiapkan," ujar Muchtar.
Selama ini, sistem kurikulum masih berpatokan pada mata pelajaran tertentu. Cara seperti itu dinilai tidak efisien memacu daya analis siswa. "Kurikulum lama menyebabkan guru hanya tahu itu-itu saja, tidak luas," tegasnya.
Bambang Suryadi, guru SDN Percobaan 1 mengatakan, di sekolahnya sudah mulai menerapkan kurikulum tematik ke siswa kelas IV yang diajarnya. Hanya saja, sistem itu tidak sepenuhnya diterapkan karena belum ada instruksi wajib dari pemerintah.
"Cara tematik itu saya pikirkan sendiri dan saya menyobanya, ternyata di luar dugaan, kemampuan para siswa ternyata luar biasa dengan sistem itu," terangnya.
Dia contohkan, ketika menyuruh siswanya menggambar bebas bentuk jantung manusia. Ternyata ada siswa yang menggambar sempurna lengkap dengan komponen-komponennya. "Nah kemampuan itu yang selama ini kita lewatkan," tukasnya.