Sabtu, 13 Juni 2026

Guru Dituntut Ubah Pola Mengajar

pelatihan pembelajaran efektif bagi guru SD yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UM

Tayang:
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Rudy Hartono
SURYA Online, MALANG - Pola mengajar guru Sekolah Dasar (SD) di Kota Malang ternyata berpengaruh terhadap citra dan kualitas pendidikan di Indonesia.

Para pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Malang (UM) membeberkan, salah satu penyebab pendidikan di Indonesia signifikan adalah cara mengajar guru yang masih menggunakan cara kuno seperti ceramah.

Dalam pelatihan pembelajaran efektif bagi guru SD yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UM bekerja sama dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD), mengungkapkan berbagai problematika yang dihadapi guru selama ini.

Muchtar, pengamat pendidikan, membeberkan, dalam sebuah penelitian yang dilansir Harian Kompas pada 2007 mencatat, budaya membaca masyarakat Indonesia menduduki peringkat 52 terendah di kawasan Asia Timur. Tidak heran, rendahnya budaya membaca juga terjadi di kalangan para guru. Karena itu, kebiasaan guru yang enggan membaca juga menular pada siswa.

"Pola mengajar guru harus diubah. Jangan lagi menggunakan metode ceramah karena tidak bisa meningkatkan cara berfikir analis siswa," kata Muchtar dalam pelatihan itu di aula Perpustakaan Pusat UM, Jumat (14/12/2012).

Minimnya kebiasaan guru dalam membaca berpengaruh terhadap kemampuan berfikir analis siswa. Dalam penelitian dikatakan kemampuan berfikir analis siswa SD hanya 5 persen, sementara 95 persen hanya karena ingin tahu.

"Tugas para guru sekarang, bagaimana meningkatkan cara berfikir analis siswa. Caranya, jadilah guru problem solving," tuturnya.

Pola mengajar problem solving misalnya, guru berperan sebagai pengantar pembelajaran siswa. Melempar permasalahan kehidupan lalu membiarkan siswa menganalisis sendiri. "Misalnya, guru membahas tema: Air. Suruh anak-anak menceritakan, mendeskripsikan Air itu apa. Biarlah mereka berpendapat sesuai dengan tingkat pemikiran mereka," tips Muchtar

Selain mengulas cara mengajar efektif, para guru dibebaskan mengungkapkan berbagai problematika selama mengajar. Para guru membentuk kelompok yang masing-masing kelompok berisi 4 orang. Mereka kemudian merumuskan berbagai hambatan penyebab kualitas guru dan siswa yang signifikan.

Mereka menulis, salah satu penyebab kualitas guru karena enggan membaca, minimnya referensi, minimnya dorongan orangtua siswa, minimnya pengawasan, minimnya motivasi dari pemerintah. "Kami menyadari itu, kami tidak pingsan kok. Kami sadar banyak hal yang harus kami perbaiki," kata seorang guru dari SDN Polehan 2.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved