Guru di Malang Dituntut Ubah Pola Mengajar
Dalam pelatihan pembelajaran efektif bagi guru SD yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UM
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Suyanto
Dalam pelatihan pembelajaran efektif bagi guru SD yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UM bekerja sama dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD), terungkap berbagai problematika yang dihadapi guru selama ini.
Muchtar, pengamat pendidikan membeberkan, dalam sebuah penelitian yang dilansir KOMPAS pada 2007 mencatat, budaya membaca masyarakat Indonesia menduduki peringkat 52 terendah di kawasan Asia Timur. Tidak heran, rendahnya budaya membaca juga terjadi di kalangan para guru. Karena itu, kebiasaan guru yang enggan membaca juga menular pada siswa.
Minimnya kebiasaan guru dalam membaca berpengaruh terhadap kemampuan berfikir analis siswa. Dalam sebuah penelitian yang juga dilansir KOMPAS, kemampuan berfikir analis siswa SD hanya 5 persen, sementara 95 persen hanya karena ingin tahu. "Tugas para guru sekarang, bagaimana meningkatkan cara berfikir analis siswa. Caranya, jadilah guru problem solving," tuturnya.
Pola mengajar problem solving misalnya, guru berperan sebagai pengantar pembelajaran siswa. Melempar permasalahan kehidupan lalu membiarkan siswa menganalisis sendiri. "Misalnya, guru membahas AIR, suruh anak-anak menceritakan, mendeskripsikan Air itu apa. Biarlah mereka berpendapat sesuai dengan tingkat pemikiran mereka," ujarnya.
Selain mengulas cara mengajar efektif, para guru dibebaskan mengungkapkan berbagai problematika selama mengajar. Para guru membentuk kelompok yang masing-masing kelompok berisi 4 orang. Mereka kemudian merumuskan berbagai hambatan penyebab kualitas guru dan siswa yang signifikan. Mereka menulis, salah satu penyebab kualitas guru karena enggan membaca, minimnya referensi, minimnya dorongan orangtua siswa, minimnya pengawasan, minimnya motivasi dari pemerintah.
"Kami menyadari itu, kami tidak pingsan kok. Kami sadar banyak hal yang harus kami perbaiki," kata seorang guru dari SDN Polehan 2.