Dindik Desak BKD Rekrut Guru SD
Jianto mengkhawatirkan, apabila BKD tidak segera memenuhi kekurangan guru, kualitas siswa akan menurun.
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Satwika Rumeksa
Padahal kata Jianto, Kepala Sie Fungsional dan Kependidikan (Dindik) Kota Malang, pihaknya tengah mengajukan kekurangan guru SD ke BKD sejak Januari 2012 lalu. Namun, hingga sekarang, BKD belum juga merekrut guru baru. "Kami tidak tahu alasannya, mungkin karena ada peraturan larangan perekrutan PNS, jadi BKD belum berani membuka perekrutan guru SD," kata Jianto, Jumat (14/12/2012).
Jianto mengkhawatirkan, apabila BKD tidak segera memenuhi kekurangan guru, kualitas siswa akan menurun. Selain itu, sekolah juga akan mengeluarkan banyak uang untuk membayar guru tidak tetap (GTT). "Kami berharap 2013 nanti, BKD telah menyiapkan kekurangan guru itu," harapnya.
Rata-rata sekolah yang kekurangan guru adalah sekolah pinggiran seperti SDN Merjosari 4, SDN Klojen, SDN Bunulrejo 2, dan lainnya.
Untuk menutupi kekurangan guru kelas tersebut, selain menggunakan GTT, Jianto mencari guru-guru linear yang telah tersertifikasi yang kekurangan jam mengajar.
Namun, hal itu dirasa kurang efektif lantaran terdapat perbedaan karakter antara guru SD dengan guru mata pelajaran sehingga berpengaruh pada cara mengajar. Ada pula, satu guru merangkap menjadi guru kelas pada dua kelas sekaligus.
Winarto, Kepala SDN Merjosari 4, salah satu sekolah yang kekurangan guru kekurangan tiga guru, yaitu dua guru kelas dan satu guru olahraga. Untuk memenuhi kekurangan tiga guru tersebut, ia meminta bantuan guru SMPN 25 yang belum terpenuhi kewajiban mengajarnya. "Meski ada guru kelas pengganti, kami rasa belum efektif kalau bukan guru kelas sesungguhnya," kata Winarto.
Dengan kondisi seperti itu, dia berharap pemerintah Kota Malang segera memberikan tambahan guru kelas demi meningkatkan kualitas siswanya.
Adapun jumlah guru SD di Kota Malang sekitar 4.300 orang yang tersebar pada 196 SD Negeri. Idealnya, satu SD dengan siswa minimum memiliki 9 guru, terdiri dari 6 guru kelas, satu kepala sekolah, satu guru agama, dan satu guru olahraga.