Rektor Baru UIN-Maliki Harus Transparan
Puluhan mahasiswa dari Keluarga besar mahasiswa UIN-Maliki (KBMU) Malang menggelar aksi jelang pemilihan rektor
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Heru Pramono
Dalam aksinya, mahasiswa membawa keranda simbol kematian aspirasi selama UIN-Maliki dipimpin Prof.Imam Suprayogo. Pada kepemimpinan Imam, mahasiswa merasa tidak pernah dilibatkan dalam pengambilan kebijakan Universitas.
Mereka juga menggunakan topeng bergambar ke empat calon rektor, yaitu, Dr.Farid Hasyim, Prof.Baharuddin, Prof.Mudjia Rahardjo dan Dr.Mufidah.
Siapapun Rektor terpilih, mahasiswa meminta agar tidak menaikkan biaya Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP). Mereka juga meminta agar Rektor terpilih selalu transparan terhadap pengelolaan dana Universitas. "Kami juga meminta agar jam kuliah malam dihapus," kata Tholiba, salah satu koordinator aksi, Rabu (12/12/2012).
Sementara, Dr.Moh Mujab ketua panitia Pilrek ketika menemui mahasiswa mengatakan, selama ini pihaknya sudah transparan menyosialisasikan pilrek. "Kalau tuntutan mahasiswa saya belum bisa menjawab karena itu tergantung pada rektor yang terpilih nanti," ujar Mujab.
Mujab pun mengundang mahasiswa untuk menghadiri pemaparan visi misi dan program kerja bakal calon rektor di hadapan tim panel akademik pada 14-15 Desember 2012 nanti.