Cegah Korupsi dengan Hati
Karena itu dengarkan kata hati, maka kita akan terhindar dari perbuatan buruk
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Satwika Rumeksa
"Itulah pentingnya hati untuk menghindari masalah-masalah perilaku negatif itu," kata Indraja dalam talkshow Hari Anti Korupsi ke-9 yang diselenggarakan oleh Transformasi dan Penjelasan untuk Masyarakat (Trapesium) di gedung FIA lantai 4, Selasa (11/12/2012).
Dia katakan, hati bisa merasakan mana perbuatan baik dan buruk. Sehingga, apabila seseorang berbuat negatif (korupsi), sebenarnya hatinya telah berbisik melarang. "Karena itu dengarkan kata hati, maka kita akan terhindar dari perbuatan buruk," ujarnya.
Senada dengan Indraja, Pembatu Dekan 3 FISIP DR.Drs. Suryadi, MS, menambahkan, hati merupakan penggerak langkah manusia. "Otak kita hanya menjalankan apa yang diperintahkan oleh hati. Sehingga korupsi itu terjadi jika hati kita sedang sakit," kata Suryadi.
Ia mencontohkan, mencontek dan titip absen merupakan bentuk perilaku korupsi dini yang disebabkan kurangnya kurikulum pembelajaran karakter.
"Sistem pendidikan harus mengajarkan bagaimana cara mengelola hati, selama ini pelajaran mengelola hati sangat kurang," ucap Suryadi.