Meski Dikotak, Djarno Tetap Diizinkan Mengajar
Meski tengah menjalani masa pengkotakan (pembinaan), pihak Dindik masih mengizinkan Teguh untuk mengajar.
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Heru Pramono
Teguh-panggilan Djarno Teguh Prasetyo-dibina lantaran kerap ringan tangan kepada siswa. Atas sikapnya itu, Teguh juga didemo puluhan wali murid yang menuntut Teguh dimutasi, beberapa waktu lalu.
Meski tengah menjalani masa pengkotakan (pembinaan), pihak Dindik masih mengizinkan Teguh untuk mengajar.
Menurut Atika Sri Widowati, Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Teguh terpaksa mengajar kembali lantaran siswa kelas III akan menghadapi Ujian Akhir Semester (UAS). "Karena tidak gampang mencari guru bantu, jadi untuk sementara yang bersangkutan kami izinkan mengajar," kata Atika, Minggu (9/12/2012).
Atika mengizinkan Teguh mengajar pada siang hari, usai dia menjalani pembinaan. "Kalau pagi tetap pembinaan. Siang membantu memberikan pelajaran tambahan kepada siswa," ujarnya.
Atika mengaku belum siap apabila pihaknya langsung memutasi Teguh. Sebab, untuk melakukan mutasi adalah keputusan pimpinan. "Mencari guru kelas dalam waktu dekat juga sulit, apalagi kami juga masih kekurangan guru kelas," tukasnya.
Mengenai berapa lama masa pengkotakan tersebut, Atika belum berani memastikan. Hal itu akan dirapatkan usai rapat bersama pimpinan.
Sementara, Fransisca Rahayu Budiarti, Ketua Komisi D DPRD menyatakan kurang menyetujui alasan Dindik mengizinkan Teguh mengajar lagi. Menurutnya, psikologi (kejiwaan) anak masih belum stabil. "Sehingga tidak baik kalau diketemukan lagi. Harusnya diberi jeda hingga psikologi anak-anak membaik," ujarnya.
Namun, apabila kondisinya memang mendesak, Fransisca mengaku bisa memakluminya. "Kalau memang tidak ada guru pengganti ya sulit, tapi seharusnya Dindik berusaha mencari guru sementara," sarannya.
Untuk diketahui, Teguh dikecam orangtua siswa lantaran kerap memukul dan merobek buku siswa. Mereka menilai sikap Teguh sudah tidak bisa ditolerir sehingga mereka menuntut Teguh diganti.