Olahraga Bisa Kembangkan Karakter Bangsa
Padahal, idealnya, jam pelajaran olahraga berkisar antara 4-6 jam per minggu
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Adi Agus Santoso
Berdasarkan temuannya yang berjudul 'Pengembangan Karakter Bangsa melalui Pendidikan Jasmani & Rohani' Prof Winarno membeberkan manfaat olahraga, untuk pengembangan karakter bangsa.
Menurutnya, dengan berolahraga karakter bangsa yang jujur, disiplin, sportif, tanggungjawab, dan kerjasama bisa didapat. "Olahraga mampu melahirkan kebiasaan (habit) yang baik," kata Winarno usai dikukuhkan sebagai guru besar, Rabu (5/12/2012).
Dia katakan, pengembangan karakter tidak cukup melalui pengembangan kognitif. Namun harus melalui tiga tahap, yaitu pengetahuan (knowing), pelaksanaan (acting) dan kebiasaan (habit). Kebiasaan itulah yang menurut Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Keguruan UM itu harus diterapkan pada semua jenjang pendidikan baik SD hingga perguruan tinggi.
Dalam olahraga, ujarnya berbagai karakter bangsa bisa dikembangkan. Misalnya karakter percaya diri bisa dibiasakan dari olahraga pencak silat dan karate. Karakter kerja sama dari sepak bola, voli, basket, dan olahraga lain yang membutuhkan kelompok. "Karakter-karakter itu dengan mudah bisa dibiasakan dengan olahraga," jelasnya.
Dengan olahraga, sikap disiplin, sportif, dan bertanggung jawab akan tumbuh. "Komponen yang terlibat dalam olahraga memiliki fungsi dan peran masing-masing. Tidak ada yang berperan ganda, jadi jelas," ujar suami Erna Purnawati.
Berdasarkan pantauannya, lembaga pendidikan kurang menyadari manfaat olahraga. Dalam seminggu, rata-rata siswa memperoleh pelajaran olahraga hanya 2 jam. Padahal, idealnya, jam pelajaran olahraga berkisar antara 4-6 jam per minggu.
Terhadap temuanya ini, Winarno akan menerapkanya kepada mahasiswa UB. Sesuai rencana, kegiatan olahraga akan dijadwalkan setiap hari Sabtu. "Program ini harus by desain, tidak bisa hanya sekali dua kali, tetapi terus menerus," tukasnya.