Tempe, Menu Diet Berbagai Penyakit
Untuk membuat makanan-makanan berbahan tempe itu, mahasiswa menyulap tempe segar menjadi tepung tempe
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Satwika Rumeksa
Diet tempe tidak hanya mampu menurunkan berat badan (obesitas). Tempe juga bisa digunakan untuk menu diet berabagai penyakit seperti sroke (penyumbatan darah di bagian otak), diabetes mellitus (kadar gula tinggi), dan jantung. Tidak hanya itu, tempe juga cocok dikonsumsi ibu hamil dan sebagai menu makanan balita.
Dalam Nutrifair 2012 yang diadakan mahasiswa D3 Gizi politeknik kesehatan (Poltekkes) di hall Malang Town Square (Matos), Selasa (4/12/2012) sore kemarin, dihidangkan berbagai menu diet berbahan tempe. Ada pepes tempe, oseng-oseng tempe, tempe bacem, semur tempe, dan lainnya. Semua menu diet berbahan tempe tersebut dipamerkan dan bisa ditiru cara memasaknya.
Seperti menu diet obesitas misalnya, pepes tempe bisa menjadi pengganti daging dan telur. Juga pada menu diet penyakit stroke bisa menjadikan semur tempe sebagai bahan pengganti sumber protein hewani. "Tempe bisa dimasak apapun untuk menu diet. Tinggal ditambah sayur-sayuran dan buah," kata Ika Heri Kustanti, koordinator pengolahan tempe.
Tidak hanya sebagai menu diet, tempe juga bisa diolah menjadi berbagai makanan seperti bolu tempe, muffin tempe, sandwich tempe, cookies tempe, bakso tempe, dan sari tempe. "Menu-menu itu sebagai alternatif agar tidak bosan mengkonsumsi tempe segar. Kandungan gizinya pun sama," jelas Ika, mahasiswi semester 5 jurusan D3 Poltekkes Malang.
Untuk membuat makanan-makanan berbahan tempe itu, mahasiswa menyulap tempe segar menjadi tepung tempe. "Selanjutnya tepung tempe ini bisa menggantikan 50 persen tepung terigu. Tetap enak dan bergizi tinggi," ujar Ika, asli Jombang itu.
Marieta Mutiara Semeru, ketua pelaksana Nutirfair menambahkan, pengunjung Matos juga bisa memanfaatkan berbagai layanan kesehatan yang mereka siapkan, seperti pengukuran berat dan tinggi badan ideal (antropmetri), cek gula darah, cek kolesterol, cek umur sel dan lemak, serta konsultasi gizi. "Biaya semua paket pelayanan itu hanya Rp 15.000," kata Marieta.
Masyarakat yang ingin mendapatkan informasi kesehatan bisa datang langsung di stand mereka hingga pukul 21.00 WIB.