Sabtu, 13 Juni 2026

Tempe, Menu Diet Berbagai Penyakit

Untuk membuat makanan-makanan berbahan tempe itu, mahasiswa menyulap tempe segar menjadi tepung tempe

Tayang:
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Satwika Rumeksa
zoom-inlihat foto Tempe, Menu Diet Berbagai Penyakit
surya/siti yuliana
Varian menu diet berbahan tempe, hasil karya mahasiswa D3 Gizi Poltekkes Malang.
Surya Online, MALANG-Menu makanan untuk diet tidak harus mahal. Masyarakat yang ingin menerapkan diet bisa menggunakan tempe sebagai bahan makanan rendah lemak. Selain murah, tempe juga mudah didapat.

Diet tempe tidak hanya mampu menurunkan berat badan (obesitas). Tempe juga bisa digunakan untuk menu diet berabagai penyakit seperti sroke (penyumbatan darah di bagian otak), diabetes mellitus (kadar gula tinggi), dan jantung. Tidak hanya itu, tempe juga cocok dikonsumsi ibu hamil dan sebagai menu makanan balita.

Dalam Nutrifair 2012 yang diadakan mahasiswa D3 Gizi politeknik kesehatan (Poltekkes) di hall Malang Town Square (Matos), Selasa (4/12/2012) sore kemarin, dihidangkan berbagai menu diet berbahan tempe. Ada pepes tempe, oseng-oseng tempe, tempe bacem, semur tempe, dan lainnya. Semua menu diet berbahan tempe tersebut dipamerkan dan bisa ditiru cara memasaknya.

Seperti menu diet obesitas misalnya, pepes tempe bisa menjadi pengganti daging dan telur. Juga pada menu diet penyakit stroke bisa menjadikan semur tempe sebagai bahan pengganti sumber protein hewani. "Tempe bisa dimasak apapun untuk menu diet. Tinggal ditambah sayur-sayuran dan buah," kata Ika Heri Kustanti, koordinator pengolahan tempe.

Tidak hanya sebagai menu diet, tempe juga bisa diolah menjadi berbagai makanan seperti bolu tempe, muffin tempe, sandwich tempe, cookies tempe, bakso tempe, dan sari tempe. "Menu-menu itu sebagai alternatif agar tidak bosan mengkonsumsi tempe segar. Kandungan gizinya pun sama," jelas Ika, mahasiswi semester 5 jurusan D3 Poltekkes Malang.

Untuk membuat makanan-makanan berbahan tempe itu, mahasiswa menyulap tempe segar menjadi tepung tempe. "Selanjutnya tepung tempe ini bisa menggantikan 50 persen tepung terigu. Tetap enak dan bergizi tinggi," ujar Ika, asli Jombang itu.

Marieta Mutiara Semeru, ketua pelaksana Nutirfair menambahkan, pengunjung Matos juga bisa memanfaatkan berbagai layanan kesehatan yang mereka siapkan, seperti pengukuran berat dan tinggi badan ideal (antropmetri), cek gula darah, cek kolesterol, cek umur sel dan lemak, serta konsultasi gizi. "Biaya semua paket pelayanan itu hanya Rp 15.000," kata Marieta.

Masyarakat yang ingin mendapatkan informasi kesehatan bisa datang langsung di stand mereka hingga pukul 21.00 WIB.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved