Sebulan, 7 Guru Minta Mutasi
Alasan yang paling sering dikemukakan guru yang minta mutasi adalah jarak tempuh rumah dengan tempat mengajar
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Satwika Rumeksa
Data di bagian fungsional dan Kependidikan Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Malang mencatat, dalam sebulan ada 6 hingga 7 guru yang mengajukan mutasi (pindah tempat kerja).
Menurut Jianto, Kepala seksi fungsional dan Kependidikan Dindik mengatakan, alasan yang paling sering dikemukakan guru yang minta mutasi adalah jarak tempuh rumah dengan tempat mengajar. "Jarak tempuh rumah dan tempat kerja yang jauh membuat mereka keberatan," kata Jianto, Selasa (3/12/2012).
Selain jarak, alasan lainnya karena faktor keamanan. Beberapa guru mengaku takut ditempatkan di daerah pinggiran yang melintasi banyak sawah atau jarang ada perumahan.
Seperti siang tadi, seorang guru berinisial Li meminta dimutasi dari sekolah tempat mengajarnya di SMP LB Oro-Oro Ombo. Li datang ditemani suaminya yang juga PNS. "Istri saya bukan dari guru luar biasa, jadi tidak bisa mengajar siswa itu," katanya bertutur di depan Jianto.
Dalam percakapanya itu, si suami juga mengatakan istrinya kerap stress apabila dihadapkan dengan anak-anak luar biasa. "Istri saya kan lulusan PGSD, jadi saya mohon dipindahkan ke SD saja," ujar pria yang mengaku PNS di Pemkot Surabaya itu.
Sebelum dipindah ke SMP LB Oro-Oro Dowo, Li ditugaskan di SDN Wonokoyo 2. Namun, Li minta mutasi lantaran di sekolah itu, dia satu-satunya guru perempuan. "Alasan apapun boleh, tetapi kami pertimbangkan dulu masuk akal apa tidak," tegas Jianto.
Untuk keputusan pengajuan mutasi, Jianto akan berkonsultasi dengan UPT dan pengawas. Setelah itu akan dikonsultasikan kepada Kepala Dindik. "Keputusan di Kepala Dindik. Sekitar satu bulan baru turun surat keputusannya," tukasnya.