Mahasiswa UB 'Galau' Lahan Parkir
UB memang tidak menyediakan lahan parkir khusus. Semua kendaraan bebas parkir di kiri kanan jalan.
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Adi Agus Santoso
Mereka menuntut agar pihak rektorat menyediakan lahan parkir agar kendaraan di lingkungan kampus tidak semrawut.
Irfean Dwi Setianto, koordinator aksi mengatakan, selama ini mereka terganggu dengan sistem parkir yang berantakan. Bahkan tempat parkir di fakultas masing-masing, kerap penuh sehingga mahasiswa kesulitan mencari sendiri tempat parkir. "Saya pernah sekitar 20 menit putar-putar kampus, cari tempat parkir. Semua kebanyakan penuh," kata mahasiswa semester 3 Jurusan Administrasi Publik.
Dari pantauan Suryaonline, UB memang tidak menyediakan lahan parkir khusus. Semua kendaraan bebas parkir di kiri kanan jalan. Bahkan halaman fakultas yang sebelumnya digunakan sebagai taman baca, disulap menjadi tempat parkir. Seperti yang terjadi pada halaman Fakultas Ilmu Administrasi (FIA).
Dalam aksi tersebut, mereka tidak hanya mengecam pihak UB yang lalai memberikan ruang parkir kendaraan. Mereka pun menawarkan dua solusi. Pertama, pihak UB menyediakan parkir terpusat di area dua gerbang utama yaitu gerbang Soekarno Hatta dan gerbang veteran. Kedua, dibangunnya parkir bertingkat atau bawah tanah di setiap fakultas.
Kepala Bagian Humas UB, Susantinah Rahayu belum berani berkomentar. Dia menyarankan, agar Surya menemui Sukowinarti, Kepala Bagian Umum dan Kepegawaian UB. "Beliau yang berhak menjawab itu," elaknya.
Sementara, Sukowinarti tidak bisa ditemui. Menurut pihak keamanan kampus, Sukowinarti sedang rapat sehingga tidak bisa diganggu.