MKKS Usulkan Nilai Rapor Masuk PPDB 2013
Ketua MKKS SMPN mengutarakan, tidak adil apabila Dinas Pendidikan (Dindik) hanya berpatokan pada nilai ujian nasional
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Rudy Hartono
Hadi Hariyanto, Ketua MKKS SMPN mengutarakan, tidak adil apabila Dinas Pendidikan (Dindik) hanya berpatokan pada nilai ujian nasional (NUN). NUN saja, kata Hadi, tidak cukup sebagai syarat siswa masuk sekolah favorit.
"Kami ingin nilai rapor menjadi pertimbangan. Bagaimana pun, siswa telah belajar tiga tahun. Kasihan kalau nasibnya hanya dihitung dalam tiga hari ujian nasional," kata Hadi, Selasa (27/11/2012).
Keputusan menggunakan nilai rapor disamping NUN akan segera diusulkan Hadi ketika dengar pendapat dengan pihak Dindik. "Saya akan terang-terangan menolak kalau hanya menggunakan NUN," tegasnya.
Hadi lebih setuju apabila Dindik membuat standart nilai rapor kepada setiap sekolah berdasarkan grade sekolah masing-masing. "Untuk masuk sekolah A, minimal nilai rapot sekian, begitu pula dengan sekolah B. Diukur berdasarkan prestasi dan grade sekolah," sarannya.
Tri Suharno, Ketua MKKS SMAN bahkan sudah merencanakan kombinasi antara NUN dan Rapor dalam PPDB nanti. "60 persen menggunakan NUN dan 40 persen nilai rapor. Itu ancang-ancang kami," ujar Tri yang juga Kepala SMAN 4.
Adapun tujuan memasukkan nilai rapor dalam PPDB nanti semata-mata untuk menolong siswa yang nilai turun ketika ujian nasional. "Guru juga tidak mungkin bisa memberikan nilai tinggi ke siswa, karena yang jadi pertimbangan mulai nilai rapor semester 1, 2,3,4, dan 5," urainya.
Selain nilai rapor, MKKS juga menginginkan ada rayonisasi (pengelompokan) sekolah.
Menjawab keinginan MKKS, Budiono Kepala Sie Kurikulum Pendidikan Menengah Dindik siap menampung semua aspirasi. "Masih jauh, tetapi semua aspirasi kami tampung dulu. Nanti akan kami bahas mendekati pelaksanaan," kata Budiono.
Sebenarnya, pihak Dindik lebih condong menggunakan NUN saja dalam PPDB 2013 nanti. "Semua akan kami kaji dulu sisi positif dan negatifnya baru kami putuskan memakai sistem mana," tukasnya.