Rektor Tidak Pernah Bahas Tawuran
Ketika saling bertemu, kami belum pernah mengangkat masalah tawuran mahasiswa.
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Adi Agus Santoso
Prof Suko Wiyono, Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Jatim mengatakan, selama ini rektor PTN maupun PTS belum pernah membicarakan masalah tawuran mahasiswa, dan cara mengantisipasinya.
"Ketika saling bertemu, kami belum pernah mengangkat masalah tawuran mahasiswa. Para rektor juga cenderung sibuk mengurus pengembangan kampus masing-masing, hingga lupa membahas tawuran mahasiswa," kata Suko usai menjadi pemateri dalam seminar 'revitalisasi dan aktualisasi pancasila dalam rangka penguatan karakter bangsa' di gedung A3 Universitas Negeri Malang (UM), Senin (26/11/2012).
Menurut Suko, seharusnya masalah tawuran menjadi bahasan serius terutama oleh Pembantu Rektor (PR) III masing-masing perguruan tinggi yang menangani langsung mahasiswa. "Ada forum PR III tetapi kurang dioptimalkan. Ke depan, akan kami dorong supaya aktif lagi," ujarnya.
Penyebab tawuran mahasiswa, dinilai Rektor Universitas Wisnuwardhana Malang itu, karena nilai-nilai Pancasila mulai luntur. "Mahasiswa harus selalu diingatkan akan perbedaan itu. Kalau tidak, rentan tawuran," tukasnya.
Sementara Prof. Mohammad Noor Syam, Guru Besar Pancasila dan Ketua Laboratorium Pancasila UM menambahkan, penyebab tawuran mahasiswa lantaran telah terjadi degradasi wawasan nasional dan wawasan ideologis Pancasila.