Meski Sepuh, Misniarwati Ingin Bisa Komputer
Lucunya, para guru yang mengikuti pelatihan itu didominasi guru berusia sepuh.
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Rudy Hartono
Lucunya, para guru yang mengikuti pelatihan itu didominasi guru berusia sepuh. Dari 13 guru itu, hanya dua guru yang usianya masih muda, di bawah 30 tahun. Sementara lainnya usianya berkisar antara 45-55 tahun.
Seperti mengajar anak-anak, sebelum menjelaskan materi, seorang trainer Sri Rahayu mengajak para guru bernyanyi dan bermain game-game ringan seperti tebak-tebakan. Suasana dalam ruangan itu pun hirup pikuk penuh dengan tawa cekikikan guru-guru sepuh itu.
Misniarwati (54) guru agama Islam di SDN Jatimulyo 3 termasuk salah satu guru yang berusia sepuh. Meski penglihatanya tak lagi jernih, namun dia memiliki keinginan tinggi bisa mengoperasionalkan komputer. "Laptop ini baru saya beli setelah dana sertifikasi turun," ujar Misniarwati.
Misniarti pun sangat antusias mendengar penjelasan trainer terkait microsoft office word dan exel. "Sudah bisa mengetik di office, hanya tadi gambarnya tiba-tiba hilang. Terus paling susah kalau disuruh nyari kode-kode," ujarnya.
Nintik, guru lainnya mengaku harus meminjam laptop milik anaknya untuk mengikuti pelatihan itu. "Karena saya masih honorer jadi belum bisa beli laptop. Kalau belajar ya pinjem punya anak saya," kata Nintik yang sudah 21 tahun jadi guru honorer.
Helina Tusa Adiah Kepala SDN Jatimulyo 3 mengatakan sengaja memberikan pelatihan komputer agar semua guru tidak gaptek. "Sekarang ini guru dituntut bisa mengoperasikan komputer, jadi kami adakan pelatihan ini," kata Helina.
Pelatihan komputer akan dilakukan selama delapan kali pertemuan. Materi-materi yang diberikan di antaranya ms word, ms exel, dan power point. "Pelatihan mulai dasar sekali, bagaimana menyalakan dan mematikan komputer, lalu bagian-bagian komputer dan fungsi-fungsinya," jelas Helina.