Sidoarjo Festival di Sitos
Kerajinan Kulit Buaya Ikut Ambil Bagian
Dari 150 lebih stan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ambil bagian dalam Sidoarjo Festival di Sidoarjo Town Square (Sitos)
Penulis: Anas Miftakhudin | Editor: Heru Pramono
Pengunjung yang datang saat pembukaan Sidoarjo Festival rata-rata penasaran dengan kulit buaya yang sudah disulap menjadi aneka kebutuhan. Pasalnya, jika dipandang, tas dan sepatu yang diproduksi itu sangat menarik dan memikat pembeli. Acara itu bisa dinikmati masyarakat Sidoarjo dan sekitarnya mulai 17 Nopember sampai 25.
Harganya pun lumayan tinggi. Untuk sepatu, Ismakin memproduksi dua jenis yakni pantofel dan boot. Harga sepatu pantofel berkisar Rp 3,5 juta dan boot berkisar Rp 7 juta. Ikat pinggang dan tas cangklong laki-laki berkisar Rp 1,2 juta dan dompet berkisar Rp 300.000 sampai Rp 400.000. Namun harga untuk tas perempuan sangat fantastis yakni Rp 25 juta.
“Ini full kulit buaya tidak ada campuran kulit lain dan saya bisanya membuat seperti ini ya belajar di Tanggulangin,” tutur Ismakin yang menunggui standnya, Sabtu (17/11/2012).
Menurut Ismakin, bahan baku kulit buaya itu diperoleh dari Merauke dan diproses sendiri di Krian. Setelah barang jadi, dikirim lagi ke Merauke karena disana ada koperasinya. Namun setelah itu dikulak oleh orang Thailand dan diperjualbelikan di negara Gajah Putih itu dan harganya pun mencapai ratusan juta. “Disana (Thailand) tinggal memberi merek saja,” ungkapnya.
Adanya pameran seperti Sidoarjo Festival sangat membantu untuk memasarkan produk yang ada di Sidoarjo, termasuk produk kulit buaya. Bahkan warga Sidoarjo dan sekitarnya tahu jika ada tas buaya yang diproduksi secara lokal di Sidoarjo. “Mudah-mudahan produk lokal bisa bersaing dengan produk luar negeri atau daerah lain,” jelasnya.
Produk UKM yang dipamerkan di Sidoarjo Festival mulai produk makanan olahan, batik, sepatu dari Tanggulangin, atau kue kering. Produk yang ada itu menempati stan yang lebarnya 2x3 meter. Di hari pertama ada sekitar ratusan pengunjung yang datang untuk melihat produk Sidoarjo. Di dekat pintu masuk juga ada kaos produk asli Sidoarjo.
Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah yang membuka Sidoarjo Festifal, menjelaskan produk lokal yang dipamerkan tidak kalah dengan produk yang diimpor dari luar negeri, terutama Cina. Seperti tas yang harganya Rp 200.000 lebih masih bagus dengan produk asal Sidoarjo. Harganya pun masih di bawah produk impor. “Saya dulu itu pernah beli tas produk Cina harganya Rp 200.000 lebih, begitu dipakai sekali sudah jebol,” terangnya.
Pameran UKM di Sidoarjo Festival diharapkan bisa mengangkat produk lokal agar dikenal oleh masyarakat luas. Pasalnya, dengan cara seperti itu produk yang ada bisa diketahui dan dibeli oleh masyarakat luas lainnya. “Ini sangat bagus untuk mengangkat produk UKM yang ada. Dari kecil nanti akan menjadi besar,” terang orang nomor satu di Sidoarjo.
Sementara itu Ketua Panitia, H Imam Sugiri, tujuan yang dilakukan semata mengangkat citra dan produk UKM Sidoarjo. Diharapkan, penghasilan UKM yang biasanya jutaan rupiah bisa menjadi ratusan juta atau miliaran. “Kami juga mengundang buyer dari beberapa daerah atau luar pulau. Mudah-mudahan produk Sidoarjo menjadi terkenal,” kata Imam yang juga Ketua Kadin Sidoarjo.