Sabtu, 13 Juni 2026

BI Imbau Pelaku Kredit Tertib Bayar Angsuran

Pasalnya tidak tertibnya para pelaku kredit akan berpengaruh terhadap pengusulan kredit selanjutnya,

Tayang:
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Satwika Rumeksa
SURYA Online, MALANG-Bank Indonesia (BI) mengimbau kepada para pelaku kredit di Indonesia tertib membayar angsuran kepada pihak penyedia dana baik Perbankan, Bank Perkreditan Rakyat (BPR), Lembaga Keuangan Non Bank (LKNB). Pasalnya tidak tertibnya para pelaku kredit akan berpengaruh terhadap pengusulan kredit selanjutnya, baik pada  sesama penyedia dana atau berbeda.

Sani Eka Duta, Analis Divisi Informasi Kredit Departemen Perizinan dan Informasi Perbankan Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, trackrecord (latar belakang) pelaku kredit tercatat pada Sistem Informasi Debitur (SID) yang dikelola BI.

SID berfungsi  menghimpun, menyimpan, dan mengelola data perkreditan yang diterima pelapor (penyedia dana). Data pelaku kredit akan tersimpan pada SID dan secara otomatis dapat diakses Perbankan, BPR, dan LKNB. "Sehingga mereka (penyedia dana) bisa saling melihat trackrecord calon pelaku kredit," kata Sani dalam sosialisasi SID di Kantor Perwakilan BI (KpwBI) Malang, Rabu (14/11/2012) siang.

Trackrecord calon pelaku kredit, kata Sani akan menjadi pertimbangan penyedia dana untuk  mencairkan usulan kredit tersebut. "Kalau trackrecord anda buruk di salah satu bank, jangan heran kalau pengajuan kredit anda pada bank lain ditolak. Itu karena mereka mempertimbangkan dari trackrecord anda yang buruk itu," ungkap Sani.

Karena itu dia himbau kepada pelaku kredit untuk menjaga kredibilitas agar proses pengajuan kredit selanjutnya lancar.

Lebih lanjut Sani mengatakan, dengan adanya SID, penyedia dana akan mampu menurunkan risiko kredit yang akhirnya berdampak pula pada penurunan angka kredit macet. Dalam jangka waktu panjang penyaluran kredit yang berkualitas mampu mendorong tingkat pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, Kepala KpwBI Malang Totok Hermiyanto menambahkan  penyaluran kredit perbankan di wilayah kerja KpwBI Malang hingga September 2012 sebesar Rp25,3 triliun atau tumbuh 19,10 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya sebesar Rp21,3 triliun.

"Sekitar 60 persen kredit yang disalurkan oleh KpwBI Malang ini masih didominasi oleh kredit modal kerja dan investasi. Itu artinya pemanfaatan dana kredit masih bersifat produktif," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved