UM Buka Program Pembelajaran Jarak Jauh
Rata-rata, mahasiswa yang mengikuti program jarak jauh ini berasal dari daerah luar jawa, seperti Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Rudy Hartono
Sistem pembelajaran jarak jauh ini telah diterapkan UM sejak dua bulan lalu. Lantaran masih baru, peminat yang mengikuti program ini pun masih sedikit.
"Masih sekitar 22 mahasiswa. Mereka semua mengambil paskasarjana," kata Rektor UM, Prof.Suparno, Jumat (9/11/2012).
Rata-rata, mahasiswa yang mengikuti program jarak jauh ini berasal dari daerah luar jawa, seperti Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, dan daerah lainnya.
Mereka adalah para guru yang tidak bisa mengikuti perkuliahan reguler karena tidak bisa meninggalkan jam mengajarnya. "Kebanyakan program studi yang mereka ambil adalah pendidikan Bahasa Indonesia dan Manajemen Pendidikan," ujarnya.
Sistem pembelajaran jarak jauh ini menggunakan jaringan internet. Dimana, setiap mahasiswa wajib mengikuti perkuliahan melalui webcam. "Tugas-tugas juga diberikan dosen melalui email," tambah Suparno.
Mahasiswa yang mengikuti program jarak jauh ini akan menerima ijazah selayaknya mahasiswa reguler. Suparno menganggap tidak ada masalah dengan sistem ini. "Hampir sama dengan reguler, hanya tidak tatap muka secara langsung. Tetapi materinya semua sama," tukasnya.