Sekolah Siap Gratiskan Ijazah Ngendon
Beberapa kepala sekolah (kasek) di daerah pinggiran Kota Malang mengaku, telah menggratiskan ijazah itu jauh-jauh hari sebelum ada kebijakan tersebut.
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Suyanto
Beberapa kepala sekolah (kasek) di daerah pinggiran Kota Malang mengaku, telah menggratiskan ijazah itu jauh-jauh hari sebelum ada kebijakan tersebut.
Hariyanto, Kasek SMAN 6 mengatakan, beberapa siswa sudah digratiskan mengambil ijazah sebelum ada kebijakan tersebut. "Namun kami syaratkan memang dari keluarga tidak mampu," kata Hariyanto, Senin (5/11/2012).
Hampir setiap kelulusan, tambahnya, ada 2-3 siswa yang tidak mengambil ijazahnya. Sebagian besar beralasan takut karena memiliki tanggungan. "Padahal kalau ada surat keterangan tidak mampu akan kami berikan ijazah dan membebaskan dari semua tanggungan. Untuk pendidikan, kami berusaha memudahkan," akunya.
Kendati demikian, masih ada beberapa ijazah yang belum diambil, mulai angkatan 2010 ke bawah. "Ada yang belum diambil, tetapi jumlahnya sedikit sekitar 10-20 saja," tukasnya.
Dengan adanya kebijakan pembebasan biaya ijazah angkatan 2010 ke bawah itu, Hariyanto pun berjanji akan memberikan ijazah-ijazah tersebut sesuai dengan porsedur Dindik. Kalaupun tidak membawa surat keterangan tidak mampu, pihaknya berjanji akan mematuhinya.
Kasek SMPN 17, Anis Isrofin menambahkan, selama ini, siswa telah diberi keleluasaan mengambil ijazah tanpa membawa surat keterangan apa pun. "Kami berlakukan seperti itu, karena kami tahu kondisi ekonomi warga sekitar," ujar Anis.
Jumlah ijazah yang masih di SMPN 17 pun tidak banyak. Sebab, setiap tahun telah diberlakukan bebas pengambilan ijazah. "Ijazah yang belum diambil masih ada, tetapi sedikit sekali," pungkasnya. Dia perkirakan ada 10 an ijazah angkatan lama yang masih di kantornya.