Sabtu, 6 Juni 2026

Karya Terakhir Alm Ratna Akhirnya Dilaunching

Tokoh-tokoh yang digambarkan dalam novel itu adalah hasil pengamatan Ratna kepada rekan-rekan aktivis

Tayang:
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Adi Agus Santoso
SURYA Online, MALANG - Orangnya boleh meninggal, namun karyanya tetap hidup dan bisa dinikmati banyak orang. Kalimat itu sangat tepat ditunjukkan untuk penulis, sekaligus aktivis yang memiliki keterbatasan fisik (difable), alm. Ratna Indraswari Ibrahim.

Meski telah tutup usia pada 28 Maret 2011 lalu, namun karya Ratna sedang diperbincangkan banyak orang dalam diskusi sekaligus launching karya terakhir almarhumah yang berjudul "1998" di Dewan Kesenian Malang (DKM), Minggu (4/11/2012).

Novel '1998' yang diterbitkan Kompas Gramedia setebal 322 halaman, ditulis Ratna, sejak pertengahan 2010 hingga awal 2011. Novel itu berisi sebuah kisah fiksi, tentang aktivis pada zaman orde baru, Suharto.

Dengan disapu kisah cinta romantis, novel ini menjadi sangat menarik dibaca. Kombinasi antara fenomena politik dan kisah cinta dipadupadankan secara unik.

"Tokoh-tokoh yang digambarkan dalam novel itu adalah hasil pengamatan Ratna kepada rekan-rekan aktivis, yang kemudian dipoles dengan dengan sentuhan sastra," kata Editor '1998' A.Elwiq Pr.

Dalam launching itu, hadir Prof.Dr.Djoko Saryono (pakar Sastra UM), Prof.Haryono (pakar sejarah), dan Ki Djati Koesoemo (budayawan).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved