Mahasiswa UMM Tuntut Perbaikan Fasilitas Kampus
Kami juga ingin kenyamanan di dalam ruangan, misalnya ada AC. Selama ini hanya ada kipas angin.
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Rudy Hartono
Mereka menilai, selama ini biaya kampus semakin mahal namun tidak diimbangi dengan perbaikan sarana dan prasarana.
Koordinator aksi, Zaini, membeberkan di beberapa ruang perkuliahan, ada beberapa kursi dan papan tulis yang belum dapat perbaikan. Padahal semua sarana prarana itu penting sebagai pendukung belajar mereka.
"Kami juga ingin kenyamanan di dalam ruangan, misalnya ada AC. Selama ini hanya ada kipas angin. Lalu kemana biaya kuliah yang kami bayarkan, bahkan biayanya selalu naik per tahun itu," kata Zaini.
Tidak hanya itu, mereka juga minta agar kampus memberikan kebebasan seluas-luasnya untuk berorganisasi. "Kami ingin segala bentuk perkuliahan pada hari Sabtu dan Minggu ditiadakan, kami ingin gunakan waktu itu untuk berorganisasi," jelas mahasiswa Teknik Sipil semester lima itu.
Setelah satu jam berorasi di depan kantor Rektorat UMM, mereka lantas diajak berdialog oleh Kepala Humas UMM, Nasrullah.
"Pada umumnya semua tuntutan itu susah terlaksana, sudah berjalan hanya ada yang belum tahu," kata Nasrullah.
Terkait penghapusan perkuliahan pada Sabtu dan Minggu sudah menjadi kebijakan kampus sejak awal. Hanya saja, mungkin ada dosen yang memberikan perkuliahan pada hari itu. "Nanti akan kami kontrol lagi," tambahnya.
Masalah keuangan, semua sudah dijelaskan di buku panduan keuangan. Apabila mahasiswa minta penjelasan, bisa menanyakan langsung ke biro kemahasiswaan. "Laporan keuangan diaudit oleh PP Muhammadiyah jd transparansinya jelas, pertanggung jawabannya jelas. Tidak ada masalah," tukasnya.