Mahasiswa Bidik Misi UB Dapat Tambahan Biaya Hidup
Rektor UB, Prof Yogi Sugito memberikan biaya hidup tambahan Rp 200.000 per bulan
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Satwika Rumeksa
Namun, di UB, 1.250 mahasiswa bidik misi itu tidak hanya menerima biaya hidup Rp 600.000 per bulan. Rektor UB, Prof Yogi Sugito memberikan biaya hidup tambahan Rp 200.000 per bulan. Dana tambahan itu diambilkan Yogi dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP) setiap tahunnya.
Yogi menyadari, biaya hidup di Kota Malang cukup tinggi. Dana biaya hidup dari pemerintah Rp 600.000 per bulan dinilai tidak mampu menopang semua kebutuhan mahasiswa. "Karena itu kami beri tambahan bantuan biaya hidup Rp 200.000 per bulan yang masuk langsung ke rekening mahasiswa," kata Yogi, Minggu (28/10/2012).
Bantuan tambahan dana biaya hidup itu sudah mulai disalurkan terhitung sejak bulan Oktober ini. Bantuan senilai Rp 200.000 per bulan itu akan diberikan hingga mahasiswa bidik misi lulus atau menempuh kuliah hingga 8 semester.
"Kami tahu, mereka (mahasiswa) pasti pusing memikirkan kontrakan dan kebutuhan-kebutuhan kecil lainya. Dengan bonus itu semoga tidak mengganggu konsentrasi kuliah mereka," harap Yogi.
Kabar gembira itu pun sudah disampaikan kepada mahasiswa penerima bidik misi pada pertengahan Oktober lalu. Mahasiswa pun merasa senang dan terharu dengan perhatian pihak UB itu.
Salah satu mahasiswa penerima bidik misi, Imadudin Muhammad mengaku senang memperoleh tambahan biaya hidup itu. Mahasiswa Ilmu Pemerintahan itu berkomitmen akan menggunakan bonus itu untuk membeli buku-buku pendukung perkuliahan.
"Kalau bantuan Rp 600.000 per bulan Insaallah akan saya cukup-cukupkan untuk biaya hidup itu. Tambahannya rencananya untuk membeli buku," kata mahasiswa asal Probolinggo itu.
Dian Cahya Rini, mahasiswi bidik misi lainnya mengaku bangga dan beruntung memilih UB sebagai tempat studinya. Menurutnya, selain kampus UB berprestasi, pihak UB telah berlaku baik kepada mahasiswa penerima bidik misi. "Saya merasa beruntung. Bonus ini mungkin tidak didapatkan mahasiswa di Perguruan tinggi lainnya," katanya berkaca-kaca.