Sistem SKS Lonjakkan Nilai SMAN 2
Dengan keberhasilan itu, Budi yakin, ke depan sekolahnya akan menjadi percontohan sekolah lain
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Satwika Rumeksa
Budi Harsono, Kepala SMAN 2 Malang menuturkan, sejak diberlakunya SKS, kesadaran siswa untuk belajar semakin meningkat. Sebab, bagi siswa yang tidak memenuhi nilai standart, yakni di bawah nilai 70 setiap mata pelajaran, maka harus mengikuti Semester Pendek (SP).
"SP sendiri ada biayanya, namun bukan masalah uang yang kami inginkan, tetapi sebagai pelajaran untuk mendidik mereka," kata Budi ditemui di kantornya, Kamis (25/10/2012).
Selain nilai Unas yang meningkat, dari rata-rata 7,51 pada 2011 menjadi 8.14 pada 2012, output siswa juga meningkat drastis. "90 persen diterima di PTN maupun PTS terkemuka," ujarnya.
Dengan keberhasilan itu, Budi yakin, ke depan sekolahnya akan menjadi percontohan sekolah lain yang juga akan menggunakan SKS tahun depan. Budi pun siap menjadi jujugan sekolah lain yang ingin belajar dari sekolah. "Kami siap dan membantu sekolah lain. Meski masih ada beberapa kekurangan, tetapi kami memiliki pengalaman," tambah Budi.
Kendati demikian, Budi menyarankan agar sekolah yang ingin memberlakukan SKS menyiapkan sistem administrasi dengan baik. Pasalnya, SKS ini membutuhkan keterampilan admisitrasi tinggi agar jadwal tidak bertabrakan. "Itu yang perlu disiapkan, sebab, SKS harus menggunakan administrasi digital, bukan manual," sarannya