Mahasiswa FIB UB, Minta Uang Pratikum Segera Dikembalikan
Masalah uang pratikum di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB) mulai menemui titik terang.
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Suyanto
Amanda, mahasiswi jurusan Sastra Jepang membenarkan, telah didata oleh salah koordinator beberapa hari lalu. "Sudah didata dan saya sudah menyerahkan bukti pembayaran uang pratikum itu," kata Amanda, mahasiswi semester 1, Senin (22/10/2012).
Dengan pendataan itu, Amanda berharap uang pratikum yang ia bayarkan Rp 225.000 per semester itu segera dikembalikan. "Karena memang tidak ada pratikumnya," tegasnya.
Andita, mahasiswi Sastra Inggris semester lima menambahkan, pendataan yang telah dilakukan itu jangan hanya formalitas saja. "Tetapi dibuktikan dengan pengembaliannya juga," ujarnya.
Sementara Dekan FIB Prof Francien H.Tomasowa mengelak membahas masalah uang pratikum itu. Seperti biasanya, Francien mengarahkan wartawan untuk menemui Humas UB. "Sudah saya katakan, langsung saja ke Humas. Informasi dari satu pintu," ujar Francien.
Bahkan ketika didesak, Francien dengan nada sedikit tinggi melecehkan wartawan. "Atau mungkin anda ingin bertemu saya karena ingin mencari nafkah. Atau ini berhubungan dengan nafkah anda," kata Francien.
Sama halnya dengan Francien, Kepala Humas UB Susantinah Rahayu juga enggan membeberkan masalah ini. Menurutnya yang berhak menjawab masalah uang pratikum adalah Francien bukan dirinya. "Itu memang tanggungjawab dan kebijakan Dekan," kata Santi, panggilan Susantinah Rahayu.
Terkait pengembalian uang pratikum, kata Santi memang sudah dijanjikan pihak dekanat. Namun, tambahnya tidak semua mahasiswa FIB mendapat pengembalian uang pratikum itu, tergantung sarana yang dimiliki dan dosen tamu yang sudah dihadirkan. "Saya belum berani ngomong kalau tidak punya data lengkap," tukasnya.