Dewan Kritik Dana Rp 7 M Asrama Sampoerna Academy
Ini yang yang menjadi kesalahan Pemkot karena tidak memikirkan dengan matang.
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Rudy Hartono
Menurut anggota Komisi D DPRD Kota Malang Sutiaji pihak Dindik Kota Malang tidak cermat memperhitungkan keuntungannya bagi Kota Malang. Sementara pembangunan asrama Sampoerna Academy itu sudah tertuang dalam klausul perjanjian antara Pemkot Malang dan Sampoerna Fondation. Dalam perjanjiannya, Pemkot Malang berkewajiban untuk menyiapkan infrastruktur pendukung, seperti asrama.
"Ini yang yang menjadi kesalahan Pemkot karena tidak memikirkan dengan matang. Padahal asrama tersebut juga banyak dihuni oleh siswa dari luar Kota bahkan se-Jatim," tutur Sutiaji.
Berhubung sudah terlajur berjalan, lanjut Sutiaji, Pemkot harus memaksimalkan itu dan memanfaatkan untuk mendapatkan bibit-bibit unggul dari Kota Malang.
Sementara itu angota Komis D lainnya, Ya'qud Ananda Gudban, menambahkan, Jika memang pembangunan asrama untuk dijadikan Ikon Kota Malang tidak masalah. Namun, alangkah baiknya, jika anggaran tersebut tidak sepenuhnya ditanggung oleh daerah.
"Kota Malang sudah terlalu besar menganggarkan untuk Sampoerna Academy, Jadi Pemkot jangan sampai melupakan sekolah-sekolah yang lain," kata Nanda, Sapaan Ya'qud Ananda Gudban.