UM Galau Penerapan UKT
Universitas Negeri Malang (UM) sedang bimbang. Pihaknya tidak yakin, apakah tahun
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Suyanto
Pembantu Rektor 1 UM, Prof.Hendyat Soetopo menjelaskan, pihak rektorat sedang gundah memikirkan kelanjutan penggunaan UKT untuk tahun depan. "Kami masih menunggu Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) yang tidak kunjung turun," kata Hendyat, Jumat (19/10/2012).
Tahun ini, UM memang mendapat bantuan BOPTN senilai Rp 38 M. Sayangnya bantuan itu masih dalam proses pencairan. "Kalau bantuan itu tidak segera cair, maka kemungkinan tahun 2013 tidak menggunakan UKT lagi. Tapi ini masih polemik," ujarnya.
Selama ini, UM telah memberlakukan UKT kepada sekitar 6500 mahasiswa baru angkatan 2012. Para mahasiswa itu tinggal membayar uang SPP Rp 1,5 juta hingga 2,5 per semester, tanpa ada uang masuk (uang gedung).
Sebenarnya, jelas Hendyat, keputusan rektorat memberanikan diri mendahului kampus lainnya menggunakan UKT karena adanya bantuan BOPTN itu. Dana BOPTN itu digunakan untuk menyubsidi biaya mahasiswa. "Karena ada BOPTN itu kami berani gunakan UKT. Tetapi untuk tahun depan kami belum yakin karena bantuan itu juga belum cair," tegasnya.
Selama ini, sebagian besar biaya operasional mahasiswa masih ditanggung kampus. Karenanya, pihaknya sangat membutuhkan BOPTN itu untuk menstabilkan kondisi keuangan kampus. "Intinya kami sudah menanggung banyak dan butuh suntikan dana itu (BOPTN)," tekannya.
Dia berharap, Pemerintah kembali memberikan BOPTN agar pihaknya bisa kembali memberlakukan UKT bagi mahasiswa baru angkatan 2013. "Itu keputusan pemerintah. Kalau BOPTN masih ada, kemungkinan UKT masih berlaku. Kalau tidak ya kita lihat saja nanti," tukas Hendyat.