Selasa, 28 April 2026

Penyemprotan Pestisida Tak Mampu Basmi Serangan Hama

Pasalnya, penyemprotan pestisida itu tidak mampu memberantas hama, akan tetapi hanya mampu mengurangi agar serangan hama tidak meluas.

Penulis: Sudarmawan | Editor: Heru Pramono
zoom-inlihat foto Penyemprotan Pestisida Tak Mampu Basmi Serangan Hama
foto: Surya/Sudarmawan
BUKAN SOLUSI - Aksi penyemprotan pestisida ke lahan tanaman padi yang terserang wereng, sundep, dan cabuk seperti yang dilakukan petani asal Desa Turi, Kecamatan Jetis Sabtu (13/10/2012).
SURYA Online, PONOROGO - Gerakan penyemprotan pestisida yang digalakkan Dinas Pertanian Pemkab Ponorogo untuk mengurangi memberantas serangam hama yang sudah merusak puluhan hektar tanaman padi di Kecamatan Jetis, Sukorejo, Kauman, dan Kecamatan Badegan tak bisa berjalan maksimal. Pasalnya, penyemprotan pestisida itu tidak mampu memberantas hama, akan tetapi hanya mampu mengurangi agar serangan hama wereng, sundep, dan cabuk tidak semakin meluas.

Kasi Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan, Dinas Pertanian Pemkab Ponorogo, Muhadi mengatakan jika ketiga jenis hama tersebut memang tidak bergeming dengan berbagai upaya penyemprotan pesitisida. Namun, upaya itu merupakan upaya satu-satunya agar serangan hama tidak semakin menjalar dan meluas ke tanaman padi lainnya.

"Kami sudah mendapatkan laporan serangan hama itu, makanya kami membuat gerakan penyemprotan pestisida yang dimulai dari Kecamatan Sukorejo, Badegan, Kauman dan nantinya bakal disusul ke Kecamatan Jetis. Dalam gerakan ini kami bersama petani melaksanakan bersamaan untuk memperkecil serangan hama padi yang sudah merusak sekitar 62 hektar tanaman padi di 4 kecamatan itu," terangnya kepada Surya, Sabtu (13/10/2012).

Sedangkan salah seorang petani, Soimun mengaku hampir setiap pagi menyemprotkan pestisida di 6 kotak lahannya tanaman padinya yang sebagian diserang wereng, sundep dan cabuk. Namun, tidak membuahkan hasil maksimal dan memuaskan. Alasannya, penyemprotan rutin itu, hama tetap kebal dan terus menyerang lahan tanaman padi lainnya.

"Tiap pagi menyemprotkan pestisida, namun hasilnya tanaman tak bisa normal lagi. Kami pun meragukan program penyemprotan yang digagas dinas, karena selama ini tak ada petugas penyuluh lapangan (PPL) yang turun ke sawah.

Justru yang sering ke sawah para penjual obat-obatan tanaman padi," ungkapnya. Sementara, keluhan yang sama disampaikan Sarno (39), petani lainnya asal Desa Turi, Kecamatan Jetis, yang setiap pagi melakukan pemberian semprotan pestisida ke lahan tanaman padinya. Namun, hasilnya masih sama.

"Meski disemprot, hasilnya tetap saja seperti awal penyerangan. Kalau PPL tak pernah ke lapangan itu, kami sudah tak mau tahu lagi mereka cuek dengan keluhan petani," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, sekitr 62 hektar tanaman padi di wilayah Kecamatan Jetis, Kauman, Sukorejo, dan Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo terancam puso. Ini menyusul tanaman padi yang rata-rata berusia 60 hari hampir memasuki masa panen itu, terserang 3 jenis hama tanaman padi yakni hama wereng, cabuk, dan serangan hama sundep.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved