Rabu, 10 Juni 2026

Keluarga Pelapor Soal Ijazah Eddy Rumpoko Diteror

Keluarga Fahmi kedatangan sekitar 20 orang tak dikenal, Selasa (7/8/2012).

Tayang:
Penulis: Iksan Fauzi | Editor: Satwika Rumeksa
SURYA Online, BATU-Surya- Kondisi Kota Batu menjelang sidang pleno penetapan pasangan calon nanti malam mencekam. Teror pun mulai bermunculan.

Warga yang mendapat teror itu adalah keluarga Fahmi Al Katiri yang berdomisili di Jl Bejo Kelurahan Sisir Kota Batu. Keluarga Fahmi kedatangan sekitar 20 orang tak dikenal, Selasa (7/8/2012).Sebagai infromasi, Fahmi adalah pelapor kasus dugaan ijazah palsu milik Wali Kota Batu Eddy Rumpoko yang menjadi calon incumbent Pilkada Kota Batu.

Menurut salah satu warga yang tidak mau disebut namanya, sekitar pukul 13.30 WIB gerombolan orang tak dikenal itu mendatangi rumah Fahmi. Mereka kemudian menggedor-gedor pagar hitam rumah tersebut. Sambil berteriak "Hai Fahmi keluar," ujar gerombolan ini.

Menurut warga, gerombolan orang ini awalnya salah alamat ke rumah Aisyiyah. Mereka juga menggedor-gedor pagar milih Aisyiyah yang berada di gang depan Jl Bejo.

Istri Fahmi, Kuraya mengaku tahu rumahnya didatangi puluhan orang setelah mendapat kabar dari temannya yang juga jualan di Pasar Batu. "Saya diberitahu rumah saya dihancurkan. Rumah saya posisi kosong. Anak saya Les. Dan saya minta perlindungan ke rumah teman," ujar Kuraya suaranya terlihat gemetar.

"Saya tidak tahu maksud mereka apa. Di kampung ini selalu aman. Warga juga guyub. Kalau ada apa-apa ya Ikut membantu,"

Sementara itu, Fahmi menilai, tindakan gerombolan tak dikenal itu merupakan teror terhadap keluarganya. "Kebetulan saya di Malang. Saya kaget keluarga saya histeris ketakutan," ujarnya.

"Ada teror, pagar saya digoyang-goyang keras dan mobil saya yang ada digarasi dibeset. Ya saya menduga ini motif Pilkada. Pelakunya diduga sekitar 20-an orang," tukasnya.

Sebenarnya, sejak lima hari lalu sudah mengajukan perlindungan kepada polres Batu. Namun, dengan adanya teror itu, polisi pun kecolongan. "Kami ini dalam rangka pengamanan. Saya sudah mengirimkan surat perlindungan kepada polres lima hari lalu. Setiap hari ada dua orang yang menjaga dan patroli," ujarnya.

Meskipun sudah mememinta perlindungan dari polres, dengan kejadian ini, Fahmi masih merasa tidak aman. "Rencana kami akan melaporkan kepada Kasad AD," sambungnya.

Teror itu tidak sekali ini saja diterima Fahmi. Beberapa hari ini, banyak orang yang menelponnya dengan nomor tak dikenalnya. "Berkata, Husss...". Ada juga yang teriak-teriak, "Hoe..hoe..." pungkas Fahmi.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved