Warung Sego Teratai Iwak Peyek, Dahsyat!

Dengan iwak peyek dan beragam sayuran seperti urap-urap, Kaji Sego berhasil memberangkatkan seluruh keluarganya berhaji ke Tanah Suci.

Editor: Tri Hatma Ningsih
zoom-inlihat foto Warung Sego Teratai Iwak Peyek, Dahsyat!
Arif Khunaifi

oleh: Arif Khunaifi
Santri Ma'had TeeBee Indonesia




Anda tahu letak Stadion Gelora Sepuluh Nopember Surabaya? Pasti tidak akan susah mencari atau syukur-syukur sudah pernah mampir di warung pojok jalan bernama Warung Nasi Teratai yang selalu ramai. Warung tempat mangkal para tukang becak dan anak-anak sekolah itu dinamakan teratai karena kebetulan berada di Jalan Teratai.

Walaupun hanya berlauk iwak peyek dengan beragam sayuran, seperti urap-urap, kare, bali, lodeh, dan rawon, namun warung ini dalam satu hari bisa menghabiskan 300 kg beras atau 3 kwintal beras. Hal ini karena harga makanan di warung ini sangat murah sekali. Hanya sekitar 3 ribu rupiah sampai 5 ribu rupiah. Itu pun sudah termasuk minuman. Dengan porsi makan di atas rata-rata, tak pelak warung yang buka 24 jam itu tak pernah sepi dari pembeli.

Setelah beberapa kali datang ke warung ini, saya baru mahfum ternyata tidak hanya tukang becak dan anak-anak sekolah yang makan di tempat ini, tetapi para pekerja kantor dan sopir angkot banyak juga marung di sana. Sayangnya akhir-akhir ini saya jarang makan di sana karena kasir warung selalu menolak setiap kali saya membayar apa yang sudah saya makan. Lama-lama saya menjadi sungkan.

Mungkin karena memang pemilik warung ini adalah teman saya mengaji. H Suwaji namanya. Biasa disapa Kaji Sego. Asli Lamongan alias LA (Lamongan Asli). Tepatnya dari kawasan Deket dan hijrah ke Surabaya sejak masih bujangan, sekitar 20 tahun yang lalu. Kini dia sudah memiliki dua anak.

Dia mengaku, sejak mendirikan warung teratai dia bisa menghajikan keluarganya mulai bapak ibu serta kedua mertuanya. Beberapa paman juga sudah diberangkatkannya berhaji. Sementara, dirinya baru berangkat haji belakangan, yaitu sekitar dua tahun yang lalu.

Kaji Sego mengaku bersyukur dengan bisnis ini karena bisa membantu banyak orang termasuk para karyawan yang kini berjumlah sekitar 20. Mulai dari tukang masak nasi, tukang bersih-bersih, tukang masak sayur sampai pramusaji selama 24 jam dalam sehari. Selain itu, Kaji Sego suka begaul dengan banyak kalangan, termasuk para santri yang tinggal di pesantren dan orang biasa seperti saya. Semoga warung teratai iwak peyek terus barokah.


Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

Publikasikan Karya di Media Digital

 
© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved