Lindungi Air Kemasan dari Matahari
Sejak galon diisi dengan air minum kemasan, galon itu tidak boleh terpapar matahari lebih dari enam jam.
Penulis: Marta Nurfaidah | Editor: Endah Imawati
Kenali dulu Bisphenol A (BPA), yaitu bahan kimia yang biasa digunakan untuk membuat plastik yang keras, bening dan ringan yang disebut polikarbonat. Itu untuk pembuatan botol plastik keras, termasuk botol bayi dan beberapa botol air isi ulang, piring plastik, cangkir dan perabot, kontainer penyimpan makanan, tutup botol, compact disc (CD), kacamata, helm dan peralatan medis.
Maka, sebaiknya mulai mengubah hidup dengan tidak bergantung pada plastik. Caranya, pilih memakai garpu dan sendok aluminium atau kayu daripada sendok dan spatula plastik sebab ketika bahan plastik bersentuhan dengan suhu panas berbahaya bagi kesehatan.
Selamatkan bumi dari tumpukan sampah plastik dengan menolak pemberian tas plastik dari kasir toko. Sejauh masih bisa membawanya dengan kedua tangan dan dimasukkan tas bepergian. Langkah lainnya adalah menaruh bahan makanan dalam wadah gelas.
Keluarga yang suka piknik, mulailah memakai wadah selain berbahan plastik. Mengganti botol air plastik dengan botol stainless steel, memakai permen panjang berlubang tengahnya sebagai pengganti sedotan plastik, sebaiknya memakai piring kayu, stainless steel atau kertas daripada piring plastik, celemek meja plastik dengan bahan kain, dan wadah penyimpan kayu atau bambu seperti kotak bento.
Begitu pula dengan minuman botol plastik. Reaksi kimia yang ditimbulkan akibat paparan sinar matahari pada permukaan plastik secara langsung memengaruhi kualitas air minum.
Air minum kemasan galon tidak boleh terpapar sinar matahari lebih dari enam jam begitu diambil dari tempat pengisian air. Sementara air minum kemasan gelas dan botol tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung sama sekali.
Prof Dr Heru Setyawan, Ketua Prodi Pasca Sarjana Teknik Kimia Institut Teknologi Surabaya, menerangkan sinar ultraviolet (UV) yang terdapat pada sinar matahari mampu mendegradasi polimer dalam plastik. Nah, polimer yang terdiri dari rantai monomer ini akan terganggu. Terdapat bagian rantai monomer yang terputus sehingga struktur polimer jadi rapuh dan plastik pun rusak sehingga polimer akan masuk dan bercampur dengan air minum.
Dr Merryana Adriani SKM MKes, ahli gizi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, mengatakan reaksi polimer dalam tubuh bergantung sensitivitas tiap individu.
Zat karsinogen yang ditemukan dalam plastik dapat menimbulkan berbagai penyakit. Seperti kanker, diabetes kalau menyerang pankreas, penyumbatan pembuluh darah saat menyerang bagian itu, atau penyakit ginjal jika menyerang glomerulus.