Kamis, 9 April 2026

Puluhan Ribu Warga Rusia Berunjuk Rasa Menentang Putin

Puluhan ribu pemrotes meneriakkan yel "Rusia Akan Bebas" berunjuk rasa di Moskow Selasa menentang masa jabatan ketiga Presiden Putin

Editor: Heru Pramono
zoom-inlihat foto Puluhan Ribu Warga Rusia Berunjuk Rasa Menentang Putin
foto:Ist
Vladimir Putin
SURYA Online, MOSKOW - Puluhan ribu pemrotes meneriakkan yel "Rusia Akan Bebas" berunjuk rasa di Moskow Selasa menentang masa jabatan ketiga Presiden Vladimir Putin kendatipun polisi menindak tegas para pemimpin mereka sehari sebelumnya.

Massa yang sebagian besar pemuda, banyak mengenakan simbol gerakan itu pita-pita putih, bergerak dari dari Taman Pushkin  sementara Putin dalam pidato untuk memperingati hari libur nasional Rusia menyatakan bahwa kerusuhan tidak akan ditoleransi.

Satu penyelenggara aksi itu menyatakan aksi yang disebut Gerak Jalan Jutaan orang itu dihadiri lebih dari 100.000 orang sementara kepolisisn kota itu mengatakan hanya dihadiri 18.000 orang.

Akan tetapi gambar televisi menyatakan unjuk rasa itu dihadiri para peserta setidaknya dua kali lebih banyak dari apa yang diperkirakan polisi.

"Kawan-kawan, mereka takut kepada kita dan kita tidak takut kepada mereka," kata pemimpin protes kawakan Boris Nemtsov kepada satu kelompok orang di Jalan Sakharov-- lokasi unjuk rasa yang sama lebih dari enam bulan lalu.

"Kita tinggal dalam  pendudukan dan kita memerangi penjajah terhadap wilayah kita," kata ahli lingkungan terkemuka dan blogger Yevgeia Chirikova kepada pada massa yang menyetujui pernyataan itu.

Protes itu dilakukan sehari setelah rumah-rumah para pemimpin mereka digeledah dalam satu tindakan keras polisi yang dikecam Washington dan memicu kecemasan akan ada satu usaha bagi bekas agen KGB itu untuk kembali menghambat reformasi-reformasi.

Hampir semua pemimpin utama protes yang diusahakan melalui jejaringan sosial absen karena mereka diperiksa para penyelidik.

Tetapi Putin Selasa tidak mengizinkan Rusia dilanda kerusuhan sosial selama masa jabatan enam tahunnya.

"Kita tidak dapat menerima sesuatu yang melemahkan negara kita atau memecah belah masyarakat," kata Putin dalam satu pidato televisi  memperingati hari libur nasional Rusia.

"Kita tidak dapat mentoleransi keputusan-keputusan dan tindakan-tindakan yang membawa pada keguncangan soaial dan ekonomi."

Para pengamat menganggap gerakan protes yang mulai timbul itu sebagai tantangan terbesar yang dihadapi pemimpin kuat itu selama kekuasaan 12 tahun sebagai presiden dan kemudian sebagai perdana menteri.

Putin lebih senang memperlakukan aksi protes itu dibubarkan dan berulang-ulang menuduh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat  membantu menghasut unjuk rasa melalui pemberian dana secara tidak langsung.

Juru Bicara Deplu AS Victoria Nuland mengemukakan kepada wartawan Senin bahwa  Washington "sangat cemas dengan gangguan politik terhadap para tokoh oposisi politik sehari menjelang demonstrasi-demonstrasi yang direncanakan".

Tetapi para personil polisi  tampak berjaga-jaga di Jalan Sakharov untuk menyerahkan surat-surat perintah penangkapan kepada Nemtsov dan  kawannya Sergeir Udatsov agar datang  ke Komite Penyelidik untuk diperiksa pada hari itu.

Kedua orang itu diperiksa bersama dengan blogger anti-korupsi Alexei Navalny dan pembawa acara televisi Ksenia Sobchak dan lain-lainnya atas peran-peran mereka dalam bentrokan berdarah dalam aksi protes sehari sebelum Putin dilantik.

Sumber:
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved