Rabu, 10 Juni 2026

Menyulap Botol Beling Bekas

Produsen Aneka Botol Tolak Tawaran Bank

Pabrik PT Pyramindo Santana Putra berada di jajaran bangunan tua Kalimas Timur

Tayang:
Penulis: Marta Nurfaidah | Editor: Rudy Hartono
SURYA Online, SURABAYA - Modernisasi usaha mungkin saja dilakukan Ahmad Gaber dan Banun Hadi. Namun wejangan sang kakek membuat keduanya melanjutkan bisnis apa adanya.

Pabrik PT Pyramindo Santana Putra berada di jajaran bangunan tua Kalimas Timur. Kehadirannya melebur dengan suasana jalanan yang berdebu dan rumah-rumah petak liar di pinggir Sungai Kalimas.

Di balik bangunan berpintu biru, terdengar suara keras barang dimasukkan ke alat penggiling semen (molen).

“Itu botol beling bekas dipecah dengan pemukul besi dan digiling sebelum masuk ke oven pemanas,” ujar Ahmad Gaber, Wakil Direktur PT Pyramindo Santana Putra. (Bersambung)

Tumpukan karung plastik berisi botol-botol beling bekas menutup area tempat penggilingan. Tiga orang perempuan bekerja penuh semangat memasukkan potongan botol beling ke dalam molen.

Lima puluh tahun lalu,  pabrik dikelola Ahmad bin Syekh Abubakar, sebelum dilanjutkan Hadi bin Syekh Abubakar, ayah Banun Hadi. Direktur perusahaan yang menjalankan dua jenis badan usaha, NV dan PT ini, dipegang kakak Banun, Muhammad Arbi Hadi bin Syekh Abubakar.

Sistem kerja masih konvensional. Tawaran bank untuk membantu memperbesar pabrik ditolak. Mereka tidak mengubah karena wasiat sang kakek. Pekerja di pabrik ini hampir seluruhnya tidak tamat sekolah.

"Walau ada tak sekolah, kakek berpesan supaya tetap mempekerjakan mereka," tutur Ahmad, suami Banun.

Ketika stok botol beling bekas habis, aktivitas produksi berhenti empat hingga enam bulan. Otomatis pekerja tidak memperoleh bayaran. Mereka sudah paham.

Ahmad menuturkan, awalnya, memproduksi semprong, toples besar, botol minyak wangi, botol jamu, minyak orang-aring dan minyak orang meninggal. Sekarang berhenti, tinggal botol berbagai jenis minyak dan parfum. Ada 60 desain botol, masing-masing botol punya mesin pencetak sendiri.

Pelanggannya dua perusahaan besar, puluhan industri rumah, dan toko-toko parfum yang ada di Jl Panggung, Surabaya. Setiap hari, 60.000 botol dibuat oleh 200-an orang yang bekerja 24 jam.

Mereka terbagi dalam tiga shift kerja, satu botol dikerjakan empat orang dengan tugas berbeda. Seluruh botol produksi PT Pyramindo Santana Putra dikerjakan secara manual.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved