Sabtu, 11 April 2026

Taur Matan Ruak Memenangkan Pemilihan Presiden Timor Leste

Mantan kepala staf umum angkatan bersenjata Timor Leste, Taur Matan Ruak, memenangkan pemilihan presiden dengan margin cukup aman Senin.

Editor: Heru Pramono
zoom-inlihat foto Taur Matan Ruak Memenangkan Pemilihan Presiden Timor Leste
foto:Ist
Taur Matan Ruak
SURYA Online, DILI - Mantan kepala staf umum angkatan bersenjata Timor Leste, Taur Matan Ruak, memenangkan pemilihan presiden dengan margin cukup aman pada putaran kedua pemungutan suara, Senin, hasil sementara menunjukkan.

Mendekati 73 persen suara yang dihitung di seluruh 13 kabupaten provinsi, Ruak memenangkan 59,91 persen atau 190.061 suara. Kandidat lainnya, Francisco "Lu-Olo" Guterres dari oposisi Fretilin meraih  40,09 persen.

Putaran kedua pemungutan suara terjadi setelah tak seorangpun dari 12 calon dalam pemilihan presiden mengumpulkan suara mayoritas yang diperlukan untuk mengamankan kemenangan dalam putaran pertama pada 17 Maret.

Pemilih menuju ke tempat-tempat pemungutan suara sebelum pukul 15.00 waktu setempat  pada  Senin.

Proses pemungutan suara berjalan lancar di bawah kesaksian para pengamat internasional. Misi integrasi PBB juga hadir untuk membantu menjaga ketertiban.

Hasil akhir diperkirakan akan diumumkan dalam beberapa hari mendatang jika tidak ditantang di pengadilan.

Presiden Timor Leste adalah kepala negara, tetapi pusat struktur kekuasaan adalah pada perdana menteri dalam sistem parlementer. Namun, presiden  memiliki hak veto dalam keadaan tertentu.

Presiden dipilih untuk masa jabatan lima tahun.Ruak akan mengambil alih kursi dari Presiden saat ini dan peraih Nobel perdamaian Jose Ramos-Horta pada 20 Mei.

Lahir pada tahun 1955, nama asli Taur Matan Ruak adalah Jose Maria Vasconcelos. Nama Taur Matan Ruak berarti "dua mata tajam" dalam bahasa Tetum.

Ruak telah menjadi pejuang  sebelum Timor Leste mendeklarasikan kemerdekaannya pada tahun 2002. Dia mundur sebagai kepala staf umum angkatan bersenjata tahun lalu untuk mencalonkan diri sebagai presiden.

Para pengamat telah memperkirakan putaran kedua pemilihan  bahkan tsk lama setelah TPS ditutup.

Seorang pengusaha Eropa yang telah berada di Dili selama beberapa tahun mengatakan, Ruak menang dengan margin tak terduga karena ia telah menghabiskan lebih banyak upaya pada kampanye menjelang pemilu.

Bahwa tingkat partisipasi pemilih sekitar 50 persen tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan jumlah pemilih sekitar 80 persen pada pemilihan parlemen terakhir.

Ini akan menjadi "menarik" untuk melihat bagaimana para pihak berusaha untuk memobilisasi seluruh pemilih pada pemilihan umum berikutnya, kata pengusaha yang enggan disebutkan namanya.

Negara dengan penduduk sedikit di atas satu juta orang itu adalah salah satu negara dunia yang belum berkembang. Namun, beberapa pengunjung mengatakan negara itu telah banyak berubah selama beberapa tahun terakhir.
   

Sumber:
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved