Membongkar (Rahasia) Logika Peramal Kartu

Penulis: Tri Hatma Ningsih |
Ferril Irham Muzaki Universitas Negeri Malang Di salah satu artikel di rubrik Citizen Reporter Harian Surya, seorang mahasiswi penulis bertanya dalam hati, bagaimana mungkin kartu-kartu tarot ataupun remi mampu membongkar masa lalu, perasaan sekarang dan masa depan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penulis mencoba melakukan sebuah riset. Tempatnya ada di beberapa taman tempat para remaja berkumpul di kota Surabaya dan Malang. Di sana, ada beberapa tukang ramal yang konon memiliki reputasi jempolan dalam menebak-nebak nasib seseorang ke depan. Untuk kevalidan data, penulis mencoba meramalkan nasib penulis di masa depan kepada lima peramal dari berbagai macam aliran kartu; remi, tarot, domino, bergambar tokoh-tokoh mitos salah satu kebudayaan dan kartu bergambar alam semesta. Peramal ini ada di Kota Malang dan Surabaya. Penulis, kepada lima peramal tersebut bertanya tiga hal; bagaimana rejeki yang akan penulis dapatkan, bagaimana karier yang akan penulis raih, dan bagaimana dengan nasib perjodohan penulis. Hampir kelima peramal memulai langkah-langkah yang hampir sama. Langkah pertama analisa garis tangan. Trik ini cukup menarik, karena para peramal mencoba mempraktikkan waking-hypnosis, ilmu hypnosis generasi baru yang belum terumuskan secara pasti. Secara garis besar, waking-hypnosis adalah menghipnosis target tanpa perlu menidurkan target seperti yang dilakukan salah satu presenter di televisi. Pendekatannya cukup mudah, para peramal itu mengasumsikan target merupakan orang yang bimbang. Hampir dipastikan, orang yang bimbang akan mudah dimasuki ide karena pikirannya tidak fokus hingga dengan mudah alam bawah sadarnya dimasuki ide. Pikiran tidak fokus akan membuat energi pikiran terpecah, hingga tidak sempat menutup pintu pengaman antara alam bawah sadar dan alam sadar. Dari hasil analisa garis tangan, mereka menyimpulkan satu hal yang pasti, anda akan bernasib baik di masa depan; rejeki, karir dan jodoh. Penulis pura-pura saja mengikuti permainan hypnosis kelima peramal tersebut. Selanjutnya kelima peramal itu melakukan trik hypnosis, meminta klien fokus pada kartu mereka, kemudian merapal mantra-mantra dan terakhir meminta klien menatap fokus ke deretan kartu, dalam teknik hypnosis, ini adalah salah satu trik membawa target ke hypnosis level 29 dari level 30 dalam skala David Husband. Dalam kondisi level 29, klien akan mengalami halusinasi negatif, mereka tidak akan melihat keadaan sekitar. Dalam keadaan sehari-hari, ketika kebingungan akan kunci motor yang hilang, padahal ada di depan mata adalah contoh kondisi hypnosis level 29 secara tidak sengaja. Berikutnya, mereka memasukkan affirmasi, dengan mengatakan seluruh kartu yang penulis ambil bernilai baik. Setelah itu membungankan target dari kondisi ketidak-sadarannya. Ketika ditanya, kartu mana yang jelek, kelima peramal tidak mau bilang. Artinya, mereka mencoba memainkan hypnosis. Bila sugesti mereka masuk ke pikiran target, otomatis klien akan beranggapan telah mendapat keberuntungan, padahal hanya sekedar sugesti yang terkondisi. Pada akhirnya akan kembali lagi. Akhirnya, pesan penulis, janganlah kita percaya pada tukang ramal. Mereka hanya bermain pikiran, bukan kekuatan ghaib.
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

Publikasikan Karya di Media Digital

 
© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved