Jumat, 8 Mei 2026

Trailer Terjang Lampu Merah, 4 Tewas

Tayang:
Penulis: Cak Sur |
[caption id="attachment_164246" align="alignleft" width="300" caption="RINGSEK - Kondisi Xenia N 1326 VB ringsek setelah dihantam trailer dalam kecelakaan beruntun yang menewaskan 4 orang di Wunut, Pandaan, Pasuruan, Selasa (5/4). Foto: surya/abdus syukur"][/caption] PASURUAN | SURYA - Empat korban tewas mengenaskan setelah sebuah truk trailer menerjang empat mobil dan enam sepeda motor di perempatan Wunut, Pandaan, Pasuruan, Selasa (5/4) siang. Trailer dengan 12 roda itu tiba-tiba menerjang semua kendaraan bermotor yang saat itu berhenti karena lampu merah. Semua korban tewas adalah pengendara sepeda motor yakni Sasminto (26), warga Dusun Wonokoyo RT 4 RW 2, Desa Candiwatu, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, pengendara motor Yamaha Mio bernopol S 5633 ND; Henes Eko Winoto (27), warga Dusun Gempolginting, Desa Gempolkluthuk, Kec Tarik, Kab Mojo­kerto, pengendara motor GL Max AG 4210 LV; Nanang Jatmiko (30), warga Jl Cempaka, Dusun Penanggungan, Desa Kejapanan, Kec Gempol, Kab Pasuruan, pengendara Suzuki Smash L 6450 BH; dan Muhammad Sahrul Ramadhan, balita berusia 1,5 tahun yang tinggal di Jl Kepulungan, Gempol, Pasuruan. Sahrul tewas saat diajak tetangganya, pasangan suami istri Nur Rohmat (25) dan Ariyanti (19), berboncengan menggunakan sepeda motor Honda ­MegaPro ­W 6338 SV. Sahrul dititipkan ke tetangga, karena ibunya yang menjadi kepala taman kanak-kanak (TK), sedang mengantar siswanya siaran di RRI Surabaya. Dari keterangan sejumlah saksi, balita itu tewas dengan tubuh dan kepala hancur setelah terlempar lalu tertindih tiga motor. Sedangkan Nur Rohmat dan istrinya, Ariyanti, yang mengasuh dan sedang hamil tua dirujuk ke RSUD Saiful Anwar, Kota Malang, bersama empat korban luka berat lainnya. Keempat korban luka lainnya yang dirujuk ke Malang masing-masing Ashari (54), warga Wonosari, Gempol, Pasuruan; Titik Sudarwati (53), warga Lemahbang, Sukorejo, Pasuruan; Khoirunisa (46), warga Glagahsari, Sukorejo, Pasuruan; dan Siti Julaikah, warga Glagahsari, Sukorejo, Pasuruan. Rata-rata korban luka mengalami gegar otak dan patah tulang. Sementara Ratriono (50), warga Kalisari, Bojonegoro, dan Supingah (55), warga Lemahbang, Sukorejo, Pasuruan yang mengalami luka ringan dirawat di Puskesmas Pandaan. Dari keterangan sejumlah saksi, kejadian itu bermula saat trailer pengangkut peti kemas bernopol L 9919 UV melaju kencang dari arah selatan (Malang) menuju utara (Surabaya). Sesampainya di lokasi, ternyata laju kendaraan itu tetap kencang meskipun saat itu lampu traffic light menyala merah. Tak ayal, kendaraan yang melaju dengan ugal-ugalan itu menyeruduk 10 kendaraan di depannya. “Laju trailer cepat sekali dan tiba-tiba saja terdengar suara benturan keras beberapa kali. Waktu saya tengok ke belakang, ternyata mobil yang saya kemudikan juga tersundul mobil Xenia dari belakang dengan keras hingga terpelanting menghadap ke timur serta masih ditambah satu tabrakan lagi di sebelah kanan,” terang Joko Setiyo (27), warga Jl Ahmad Jaiz, Surabaya, pengemudi Isuzu Panther L 1182 CL. Dari keterangan Joko Setiyo dan sejumlah saksi lain, trailer awalnya menabrak motor dan selanjutnya menabrak mobil Daihatsu Xenia bernopol N 1326 VB yang ditumpangi para guru asal Kecamatan Sukorejo. Rombongan guru itu hendak melayat orangtua sejawatnya. Setelah menabrak motor dan Xenia, trailer kembali menabrak sejumlah motor lain. Sedangkan Xenia menabrak beberapa motor di depannya serta menabrak Isuzu Panther yang dikemudikan Joko Setiyo. Dan mobil Joko Setiyo sempat menyundul sebuah mobil Daihatsu Zebra yang langsung pergi tidak menghiraukan peristiwa kecelakaan tersebut. “Kalau mobil penumpang umum (MPU) posisinya di pinggir kiri belakang Xenia. Mobil MPU itu hanya terserempet saja bagian kanannya,” urai Joko Setiyo. Sejumlah penumpang yang kebetulan duduk di jok belakang mobil Xenia mengalami luka-luka, sementara semua penumpang Isuzu Panther selamat. Kanit Laka Polsek Pandaan AKP I Made Jayantara mengatakan, penyebab pasti kecelakaan masih diselidiki. Sebab, sopir truk trailer, Usman, warga Gresik yang diduga menjadi penyebab kecelakaan beruntun, melarikan diri. Namun, lanjut Jayantara, polisi telah mengetahui identitasnya serta telah menghubungi perusahaan tempat Usman bekerja, sehingga ia optimistis Usman segera tertangkap. Dijelaskan, trailer yang dikemudikan Usman menabrak sejumlah kendaraan yang sedang berhenti karena lampu lalu lintasnya sedang menyala merah. Ia menegaskan, kondisi rambu-rambu maupun lampu lalu lintas berjalan normal. Hanya kondisi jalannya agak menurun. Jayantara menuturkan, apakah rem truk trailer blong atau sopirnya ngantuk, masih perlu diselidiki lebih lanjut. “Namun yang pasti, di lokasi kejadian tidak ditemukan bekas pengereman,” paparnya. Joko Setiyo, sopir Isuzu Panther, menduga sopir truk trailer mengantuk atau kurang konsentrasi. Sebab, trailer yang dikatakan remnya blong, setelah dicek kondisinya sangat baik. Di lokasi kejadian tidak ditemukan bekas pengereman di jalan, yang artinya, sopir truk tidak sempat menginjak rem, sehingga truk terus meluncur, menabrak sejumlah kendaraan yang sedang berhenti. [caption id="attachment_164247" align="alignnone" width="630" caption="Grafis: surya/yusuf"][/caption] "Perih... Mana Dokter Kok Nggak Datang" Sejumlah korban luka parah akibat kecelakaan beruntun di perempatan Wunut, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan dilarikan ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang. Para korban tiba di RSSA sekitar pukul 13.00 WIB, Selasa (5/4). Mereka termasuk Khoirunisa (46), warga Glagahsari, Sukorejo, Pasuruan; Tutik Sudarwati (53), warga Lemahbang, Kecamatan Sukorejo; Ashari (54), warga Wonosari, Gempol; dan Nur Rohmat (25) serta istrinya Ariyanti (19) yang sedang hamil tua, warga Kepulungan, Gempol, Pasuruan. Korban paling parah adalah Ashari. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai sopir serabutan ini mengalami patah kaki bagian kiri. Sedangkan bagian kepala dan mukanya memar dengan luka sobek dari mulut hingga ke telinga kanan. Darah pun masih terlihat segar menetes di kaki kiri dan bagian atas tubuhnya. “Sakit, perih, mana dokternya, kok nggak datang-datang,” rintihnya saat dijenguk Surya di RSSA, Selasa (5/4). Haji Hasan Bisri (47), salah seorang keluarganya, mengungkapkan, saat terjadi kecelakaan di perempatan Wunut itu, sebenarnya ia melintasi jalan tersebut. Bahkan ia sempat melihat ada seseorang pengendara motor yang terjepit di antara tiang listrik dan mobil Xenia nopol N 1326 VB. Melihat kejadian ini, ia hanya cuek saja melaju pulang ke rumahnya di Wonosari, Gempol. Namun, begitu sampai di rumah, ia mendapat kabar kalau saudaranya mengalami kecelakaan di Wunut. “Saya katakan pada orang rumah kalau saya tadi melintas di lokasi kecelakaan,” kata Hasan. Ternyata, setelah Hasan datang dan memeriksa di lokasi kecelakaan, pria yang tadi ia lihat sedang terjepit itu adalah Ashari, saudaranya. Ashari, tutur Hasan, saat itu sedang berkendara dari Pandaan menuju rumahnya di Wonosari, Gempol. “Ia mengendarai motor Mio, sekarang motornya diamankan di Polsek Pandaan. Tadi saya tidak sempat mengenali Ashari saat terjepit, karena wajahnya berlumuran darah,” kata Hasan. Dari keterangan tim evakuasi kecelakaan, terang Hasan, Ashari terjepit di antara tiang listrik dan mobil Xenia selama setangah jam. Hal ini terjadi karena Xenia yang ditabrak trailer itu terjungkal dan mengenai Mio yang dikendarai Ashari. Akibatnya, Ashari terjerat Xenia dan ikut-ikutan menumbuk sebuah tiang listrik. “Karena terjepit inilah, kaki kiri Ashari patah dan harus dioperasi. Tapi, kini Ashari harus di-rontgen dulu ke RS Panti Nirmala, karena di sini (RSSA) fotonya (rontgen) sedang rusak,” kata Hasan. Korban selamat lainnya, Khoirunisa dan Tutik, merupakan penumpang mobil Xenia yang menjepit kaki Ashari. Khoirunisa, Tutik, dan penumpang Xenia lainnya merupakan rombongan guru dan kepala sekolah yang akan menuju ke Sidoarjo. Perlu diketahui, Khoirunisa adalah Kepala Sekolah SDN Candibinangun 4 Pasuruan, sedangkan Tutik Sudarwati adalah Kepala Sekolah SDN Candibinangun 1 Pasuruan. “Kami akan ke Sidoarjo, mau ngelayat ke rumah rekan kerja karena orangtuanya meninggal dunia,” kata Tutik yang mengalami luka patah kaki kanan. Sementara itu, Khoirunisa kondisinya jauh lebih buruk jika dibandingkan dengan Tutik. Ibu tiga anaknya ini, tampak tidak sadarkan diri. “Istri saya mengalami patah kaki kanan. Saat dia masih sadar, dia juga mengeluh punggungnya sakit,” kata Joko Susilo (50), suami Khoirunisa. Joko juga membenarkan kepergian istrinya ke Sidoarjo memang untuk keperluan melayat salah seorang rekan kerja. Guru dan kepala sekolah di Kelurahan Candibinganun memang semua diangkut dengan mobil Xenia tersebut. Hanya saja, Joko tidak tahu menahu tentang siapa pemilik mobil tersebut. “Yang saya tahu, mereka pergi ke rumah Pak Munir, Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Sukorejo, untuk melayat, itu saja,” katanya kepada Surya. Menurut Joko, parahnya kondisi istrinya dan Tutik, disebabkan posisi duduk mereka yang berada di jok belakang Xenia. Makanya, mereka terbentur pertama kali saat trailer itu menghantam bagian belakang Xenia hingga ringsek. Sementara itu, Nur Rohmat, kondisinya lebih baik dibandingkan dengan kondisi korban lainnya. Nur Rohmat dan istrinya, Ariyanti, saat kejadian membawa Muhammad Sahrul Ramadhan (1,5), anak tetangganya. Bocah itu tewas setelah tertindih tiga motor. Rohmat mengalami patah kaki dan wajahnya memar. Sedangkan kondisi Ariyanti yang sedang hamil tua belum diketahui. Saat dikunjungi Surya, Rohmat dan keluarganya enggan memberikan keterangan apa pun. “Mohon maaf sebesar-besarnya, jangan tanya-tanya dulu ya, biarkan Rohmat dirawat dulu,” ucap salah seorang anggota keluarga Rohmat.
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved