Minggu, 12 April 2026

Pengebom Marriott Belum Ambil Ijazah, Dani Dikenal Cerdas di Sekolah

JAKARTA - SURYA - Para guru dan siswa SMA Yadika 7 Bogor sangat kaget saat mengetahui lulusan sekolah itu, Dani Dwi Permana, adalah pelaku peledakan bom bunuh diri di Hotel JW Marriott, Jakarta, 17 Juli lalu. Dani, 18, baru saja lulus, dan belum mengambil ijazahnya. Hal itu dijelaskan Kepala SMA Yadika 7 Bogor, Uum Umiyati, di Bogor. Dia bersama para guru dan siswa sangat terkejut ketika mengetahui dari berita di televise bahwa pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriott adalah Dani Dwi Permana. "Saya sangat kaget dan tidak menyangka Dani sampai terjebak pada jaringan teroris pelaku peledakan bom," kata Uum Umiyati kepada pers, Senin (10/8). Seperti diberitakan, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri menyebutkan bahwa Polri berhasil mengungkap pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Mariot dan The Ritz-Carlton. Mereka, Dani Dwi Permana, asal Parung, Bogor, dan Nana Ikhwan Maulana, 28, asal Pandeglang, Banten. (Surya, 9/8). Uum mengenal Dani sebagai pribadi yang pendiam, rajin belajar, dan cerdas. Dani juga menjadi pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS ) sehingga dikenal oleh teman-teman di sekolah. Dani lulus dari SMA Yadika 7 Bogor pada tahun ajaran 2008/2009. Ijazahnya masih berada di sekolah karena belum diambil. Diwawancara terpisah, ayah Dani, Zulkifli Aroni --yang saat ini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Paledang Bogor karena kasus pencurian brankas-- juga mengaku sangat kaget. "Saya tahu anak saya menjadi pelaku peledakan bom di Hotel JW Marriott dari berita televisi. Saya sangat kaget dan terpukul, kenapa anak saya nekad mengorbankan dirinya," kata Zulkifli. Tidak Harmonis Informasi yang dihimpun menyebutkan, Dani Dwi Permana berasal dari keluarga yang tidak harmonis. Orangtua Dani tinggal di Perumahan Telaga Kahuripan Klaster Chandraloka Blok DD-14, Parung, Bogor. Sang ayah, Zulkifli Aroni, menghuni LP Paledang sejak pertengahan 2008 karena terlibat pencurian brankas di kantor pemasaran di perumahan tempat dia tinggal. Sedangkan ibunya, Kartini, bekerja di Kalimantan sejak tahun lalu, sebelum Zulkifli dipenjara. Setelah ibu dan ayahnya tidak berada di rumah, remaja berusia 18 tahun tersebut lebih banyak tinggal di Masjid As Surur, tak jauh dari rumahnya. Dani --bersama Ustadz Saefuddin-- menjaga masjid. Setelah pengeboman Hotel JW Marriott dan The Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, 17 Juli lalu, keberadaan Dani tidak diketahui. Adapun Ustadz Saefuddin telah berpamitan kepada warga setempat untuk mengurus pesantren di Solo, sekitar Maret 2009. ant
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved