Citizen Reporte

Pembinaan Pelaku UKM Surabaya soal Bermitra dengan BUMN, Kendala Terbesar pada Modal dan Manajemen

Pembinaan pelaku UKM Surabaya soal bermitra dengan BUMN, kendala terbesar pada modal dan manajemen.

Pembinaan Pelaku UKM Surabaya soal Bermitra dengan BUMN, Kendala Terbesar pada Modal dan Manajemen
foto: istimewa
Peserta pengarahan pelaku UKM menyertakan produknya. 

UPAYA Pemerintah Kota untuk memajukan UMKM di Surabaya sangat gencar dilakukan. Ada banyak SKPD terkait yang mendukungnya. Salah satunya yaitu Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Surabaya.

Wali Kota Surabaya, Tri Risma Harini sangat memperhatikan pertumbuhan UMKM. Ia juga getol memberikan pelatihan dan mempermudah berbagai macam perizinan usaha.

Bertempat di Gedung Convention Hall Lantai 4 (Siola), Jalan Tunjungan 1-3, Genteng, Surabaya, Rabu (13/3/2019), 50 pelaku usaha dari berbagai sektor binaan diberi pengarahan tentang bermitra dengan BUMN.

Dalam acara itu, sejumlah UMKM turut membawa produknya untuk diperkenalkan dan dipamerkan di sudut ruang Convention Hall.

Acara yang dimulai pukul 10.00 itu dibuka Kepala Bidang Pengembangan Koperasi dan Kemitraan.

Dinas koperasi dan Usaha Mikro bersama Bappeko juga telah melakukan roadshow ke sejumlah hotel yang ada di Surabaya untuk memperkenalkan berbagai produk UMKM agar diterima di pasar yang lebih luas. Diharapkan, kelak hotel-hotel yang ada di Surabaya menyediakan space untuk produk UMKM.

Kendala terbesar yang dihadapi pelaku usaha terletak pada permodalan dan pengelolaan manajemen. Untuk itu, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro menggandeng beberapa BUMN yang memiliki komitmen untuk membantu pengembangan produk UMKM.

Dimoderatori Jhon Hardi, praktisi dari ITS yang ahli dalam CSR, acara itu menghadirkan narasumber dari BUMN, yaitu Yunita (Tim CSR dari PT KAI), Rusminto Wahyudi (PT Pertamina), Puji Harsono (PT Telkom), dan Titik (PT SIER).

Empat BUMN itu menawarkan kemitraan yang hampir serupa, yaitu bantuan permodalan dengan bunga sangat rendah atau bisa disebut sebagai uang administrasi, karena nanti uang itu akan dikembalikan pada mitra binaan dalam bentuk peningkatan mutu (pelatihan) dan pameran bersama.

Dalam penutupnya, Jhon Hardi menggarisbawahi, untuk mengembangkan usaha, pembiayaan hanyalah pendukung. Yang terpenting adalah peningkatan kualitas dalam usaha. Selain itu, memperluas jaringan juga sangat penting dalam pengembangan usaha.

Memperluas jaringan bisnis dapat diperoleh dengan bergabung di berbagai komunitas yang ada di Surabaya seperti Pahlawan Ekonomi, Pejuang Muda, Komunitas E-UKM, dan sebagainya.

Ria Agustina
Alumnus Sastra Indonesia
Universitas Airlangga
Rieagustina@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved